BBM Langka 4 Hari, Bala Tegur Keras Pertamina: Jangan Tunggu Kemarau Baru Sibuk!
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala tegur keras Pertamina terkait kelangkaan BBM akibat pendangkalan Sungai Kapuas. Ia minta langkah antisipasi cepat. (Foto: Warga antre BBM di SPBU Sintang/Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, melayangkan teguran keras kepada jajaran Pertamina terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang melanda Kabupaten Sintang selama empat hari terakhir.
Teguran tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 jelang Hari Besar Keagamaan Nasional yang digelar di Pendopo Bupati Sintang pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kepala Depot Pertamina Sintang, Rizky Firmansyah, menjelaskan bahwa menipisnya stok BBM disebabkan oleh kapal tugboat pengangkut yang terhambat pendangkalan Sungai Kapuas. Kondisi debit air yang berkurang membuat kapal hanya bisa mencapai Sanggau.
“Sehingga memaksa SPBU yang ada mengambil BBM menggunakan truk tangki ke Pontianak. Kami sudah ajukan membangun supply point di Sanggau tetapi belum bisa. Seandainya sudah beroperasi, saat kemarau SPBU bisa ambil di Sanggau, bukan Pontianak,” jelas Rizky Firmansyah pada Jumat.
Mendengar penjelasan tersebut, Bupati Sintang menyesalkan lambatnya langkah antisipasi Pertamina. Menurutnya, pendangkalan sungai saat curah hujan rendah bukanlah hal baru dan seharusnya sudah diantisipasi sejak lama.
“Dangkalnya Sungai Kapuas ini bukan hal baru. Seharusnya pengajuan supply point di Sanggau sudah dilakukan sejak lama. Saya minta Pertamina lebih keras berusaha. Jangan menunggu kemarau lama baru sibuk,” tegas Bupati Sintang dengan nada tinggi.
Bupati Bala mengingatkan bahwa kelangkaan BBM telah memicu antrean panjang masyarakat di SPBU hingga memakan waktu 1-2 jam. Kondisi ini dinilai sangat merugikan pergerakan ekonomi di Kabupaten Sintang.
Ia bahkan mengungkapkan adanya elemen masyarakat yang sudah berencana melakukan aksi demonstrasi akibat ketidaknyamanan tersebut.
“Sebenarnya ada elemen masyarakat yang mau demo, tapi saya tahan dulu karena saya ingin menjaga semuanya. Hanya saja, saya memiliki keterbatasan menahan orang. Saya akan jaga reputasi Bapak-bapak di Pertamina juga,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk membantu memfasilitasi segala persyaratan yang dibutuhkan Pertamina agar distribusi kembali lancar, termasuk percepatan pembangunan supply point di Sanggau.
“Kalau ada barang yang harus disyaratkan kepada kami sebagai pemerintah di Sintang, sampaikan. Kami siap penuhi. Termasuk persyaratan agar supply point di Sanggau diaktifkan atau dibangun. Saya siap bantu,” tutupnya tegas.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Bisma Abdillah dari Pertamina Patra Niaga serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Sintang.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar