Satu-satunya di Sintang, Santri Salafiyah Hamalatul Qur’an Siap Unjuk Gigi di Tes Kemampuan Akademik 2026
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- print Cetak

Ponpes Salafiyah Hamalatul Qur'an jadi satu-satunya lembaga salafiyah di Sintang yang ikut TKA 2026. Persiapan dokumen dan teknis kini tengah dikebut. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Pondok Pesantren Salafiyah Hamalatul Qur’an mencatatkan diri sebagai satu-satunya lembaga pendidikan salafiyah di Kabupaten Sintang yang siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2026. Adapun jenjang yang diikuti adalah Wustha, atau tingkat pendidikan yang setara dengan SMP/MTs.
Guna memastikan keikutsertaan tersebut berjalan lancar, Kepala Satuan Pendidikan Ponpes Hamalatul Qur’an, Dedi Alpiansyah, mulai mengurus kelengkapan administrasi. Ia mendatangi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang untuk melengkapi Surat Kesiapan Satuan Pendidikan pada Selasa, 24 Februari 2026.
Dedi menjelaskan bahwa salah satu syarat utama bagi pondok salafiyah adalah mendapatkan tanda tangan dari Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag setempat sebagai bentuk verifikasi kesiapan.
TKA yang akan digelar serentak pada awal April 2026 ini bukan sekadar ujian biasa. Selain sebagai syarat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah seperti SMA/MA/SMK, ujian ini menjadi sarana penting bagi pondok pesantren.
“TKA membantu kami menjembatani tradisi keilmuan kitab kuning dengan sistem pendidikan nasional. Dengan begitu, santri kami tetap memiliki daya saing akademik yang kuat tanpa meninggalkan akar keilmuan pesantren,” jelas Dedi.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Sintang, Istanto, memberikan dukungan penuh namun tetap memberikan catatan tegas. Ia meminta pihak pondok segera menyiapkan seluruh kebutuhan teknis dan menyampaikan jadwal pelaksanaan kepada pihak-pihak terkait.
“Semoga TKA Tahun 2026, khususnya yang diikuti Pondok Pesantren Salafiyah Hamalatul Qur’an, dapat berjalan lancar sesuai harapan kita bersama,” ujar Istanto.
Senada dengan hal tersebut, Mirfha Imani Ridha selaku tim teknis TKA dari unsur pondok pesantren salafiyah, mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur digital. Mengingat TKA berbasis teknologi, stabilitas jaringan internet dan kelayakan perangkat keras menjadi kunci utama.
“Selain berkas di aplikasi, perhatikan juga kesiapan komputer, jaringan internet yang stabil, serta wajib mengikuti simulasi dan gladi bersih agar tidak ada kendala teknis saat hari pelaksanaan,” pesan Mirfha.
Langkah berani Ponpes Hamalatul Qur’an ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Sintang untuk terus meningkatkan standar akademik santrinya di tingkat nasional.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar