APPS International Arowana Contest 2026 Sukses Digelar, Gubernur Ria Norsan Janji Permudah Regulasi Ekspor Ikan Silok
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
- print Cetak

Gubernur Kalbar Ria Norsan resmi menutup APPS International Arowana Contest 2026 di PCC Pontianak dan berkomitmen memangkas birokrasi ekspor ikan silok. (Foto: Arwana Super Red di Arena Kontes/Adp.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Ajang bergengsi skala dunia, APPS International Arowana Contest 2026 yang diselenggarakan di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, resmi ditutup pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kompetisi papan atas ini digelar untuk memperebutkan sejumlah penghargaan prestisius, termasuk Piala Gubernur Kalimantan Barat dan Piala Wali Kota Pontianak. Perhelatan internasional ini sukses diinisiasi oleh Asosiasi Penangkar dan Pedagang Silok (APPS) Kalbar yang berkolaborasi dengan instansi bidang kelautan, perikanan, serta badan karantina hewan dan tumbuhan.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam sambutan penutupnya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas potensi alam Kalbar sebagai habitat asli ikan arwana jenis Super Red, atau yang akrab disebut masyarakat lokal sebagai ikan silok.
“Kita wajib bersyukur karena daerah kita diberikan kelebihan dibanding daerah lain. Di mana-mana memang ada arwana, tetapi tidak ada yang seindah di Kalimantan Barat. Ini merupakan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita semua,” ungkap Ria Norsan pada Minggu (24/5/2026).
Ria Norsan menilai, kontes arwana ini tidak sekadar menjadi panggung adu keindahan ikan hias bernilai tinggi. Lebih dari itu, ajang ini membawa efek domino yang besar bagi perekonomian daerah. Ikan silok yang berhasil menyabet juara dalam kontes internasional dipastikan melonjak nilai jualnya secara signifikan sekaligus membuka lebar keran pasar global.
Sebagai bentuk keberpihakan dan dukungan konkret pemerintah provinsi terhadap para pembudidaya serta pelaku usaha ikan hias, Ria Norsan meluncurkan rencana strategis berupa penyusunan regulasi baru guna mempermudah proses ekspor ke mancanegara.
“Insyaallah nanti kita akan membuat regulasi yang memudahkan Bapak/Ibu sekalian untuk mengekspor ke luar negeri. Prinsip saya, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas Gubernur Kalbar dengan lugas.
Kebijakan teranyar itu nantinya ditargetkan mampu memangkas rantai birokrasi yang selama ini dikeluhkan terlalu panjang dan memicu tingginya biaya logistik ekspor. Selain menyederhanakan urusan administrasi dan prosedur pengapalan, regulasi ini juga dirancang untuk memberikan kepastian hukum sekaligus proteksi terhadap komoditas endemik Kalbar tersebut di kancah internasional.
Mengingat tingginya magnet pasar luar negeri, terutama di negara-negara kawasan Asia seperti China, Ria Norsan mendesak para penangkar lokal untuk memanfaatkan momentum ini dengan optimal.
“Melalui kemudahan ekspor ini, pemerintah berharap perdagangan Arwana Super Red Kalbar semakin berkembang, mampu meningkatkan devisa negara, sekaligus mendorong kesejahteraan para pembudidaya lokal,” pungkasnya.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar