Petani Asal Buntut Ponte Ditemukan Meninggal, Polsek Serawai Sebut Korban Punya Riwayat Epilepsi
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
- print Cetak

Warga Nanga Serawai temukan jasad Rusdi (31) mengapung di Sungai Melawi pada Sabtu pagi. Korban diduga tenggelam akibat penyakit epilepsi yang kambuh. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Warga Desa Nanga Serawai, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengapung di aliran Sungai Melawi pada Sabtu pagi, 11 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban diidentifikasi bernama Rusdi (31), seorang petani yang berasal dari Dusun Sungai Kumbe, Desa Buntut Ponte. Saat ditemukan oleh warga dan petugas, jasad korban dalam posisi telungkup, berjarak sekitar 15 meter dari titik awal ia dilaporkan hilang.
Peristiwa pilu ini bermula pada Kamis malam, 9 April 2026. Berdasarkan keterangan kepolisian, saat itu Rusdi bersama istrinya sedang menginap di sebuah penginapan lanting milik warga setempat.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Rusdi berpamitan kepada istrinya untuk menimba air di sampan yang terikat di lanting tersebut. Namun, setelah sepuluh menit berlalu, korban tak kunjung kembali ke kamar.
Istri korban yang merasa cemas kemudian menyusul ke dermaga. Namun, ia hanya mendapati sampan dalam kondisi kosong tanpa ada alat penimba maupun suaminya.
Upaya pencarian besar-besaran pun dilakukan sejak Jumat pagi, 10 April 2026, oleh personel Polsek Serawai bersama pihak keluarga dan bantuan warga setempat. Setelah penyisiran dilakukan selama dua hari, jasad korban akhirnya muncul ke permukaan pada Sabtu pagi.
Kapolsek Serawai, AKP Bambang Hermanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Rusdi diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan.
“Diduga penyakit korban kambuh saat menimba air di sampan, sehingga yang bersangkutan terjatuh ke sungai dan tenggelam,” jelas AKP Bambang Hermanto melalui keterangan tertulisnya.
Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas, jenazah korban langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju kampung halaman di Desa Sabang Landan sekitar pukul 09.30 WIB menggunakan ambulans air.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini murni sebagai musibah dan secara resmi menolak untuk dilakukan proses visum lebih lanjut. Kepolisian pun telah mengantongi surat pernyataan penolakan visum yang ditandatangani pihak keluarga.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar