Jembatan Temurak di Sanggau Kembali Rusak Akibat Hujan Deras, Warga dan Polisi Lakukan Penanganan Darurat
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- print Cetak

Jembatan Temurak di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali rusak akibat hujan deras. Warga bersama polisi melakukan penanganan darurat agar akses tetap bisa dilalui. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, kembali mengalami kerusakan setelah diguyur hujan deras dan cuaca ekstrem pada Rabu malam, 13 Mei 2026.
Kerusakan tersebut terjadi pada bagian timbunan jembatan yang sebelumnya sempat diperbaiki secara gotong royong oleh pemerintah kecamatan, aparat keamanan, pihak perusahaan, dan masyarakat setempat. Kapolsek Meliau Iptu Supar mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air meningkat dan menggerus struktur timbunan di sekitar jembatan.
“Jembatan ini sebelumnya sudah diperbaiki bersama-sama oleh unsur Forkopimcam, pihak perusahaan dan masyarakat. Namun hujan deras dengan intensitas tinggi kembali berdampak terhadap kondisi jembatan,” ujar Supar, Kamis, 14 Mei 2026.
Pengecekan kondisi jembatan dilakukan sejak pagi untuk memastikan keamanan akses jalan sekaligus mengantisipasi terganggunya mobilitas warga menuju Kecamatan Tayan Hilir.
Melihat kondisi jembatan yang kembali rusak, personel Bhabinkamtibmas bersama warga langsung melakukan penanganan darurat dengan menimbun bagian yang amblas menggunakan kerikil batu dalam karung. Langkah tersebut dilakukan agar kendaraan tetap dapat melintas dan mengurangi risiko kecelakaan di lokasi.
Setelah dilakukan perbaikan sementara, kendaraan roda dua maupun roda empat mulai bisa melewati jembatan secara bergantian dengan pengawasan petugas dan masyarakat. Menurut Supar, personel kepolisian turut membantu mengatur arus kendaraan agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman.
Jembatan Temurak memiliki peran penting sebagai akses penghubung masyarakat menuju Kecamatan Tayan Hilir dan sejumlah wilayah sekitarnya. Lokasi jembatan juga berada tidak jauh dari Rumah Adat Betang Meliau yang akan menjadi lokasi kegiatan budaya Gawai Adat Dayak pada 18 Mei 2026 mendatang.
Karena itu, pemerintah desa bersama pihak kecamatan telah berkoordinasi untuk mempercepat perbaikan lanjutan terhadap jembatan tersebut. Kapolsek Meliau mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jembatan, terutama pada malam hari dan ketika hujan turun. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan mematuhi arahan petugas yang berjaga di lokasi.
Hingga Kamis siang, arus lalu lintas di sekitar Jembatan Temurak masih dapat berjalan meski terbatas. Aparat bersama warga terus bersiaga sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar