Polsek Jangkang Cek Tiga Titik Hot Spot Karhutla di Desa Selampung Sanggau
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- print Cetak

Polsek Jangkang melakukan pengecekan tiga titik hot spot karhutla di Desa Selampung, Sanggau. Polisi memastikan api telah padam dan mengimbau warga waspada saat membuka lahan. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Polsek Jangkang melakukan pengecekan langsung terhadap tiga titik panas atau hot spot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Selampung, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kamis (21/5/2026).
Pengecekan dilakukan setelah terdeteksi adanya titik panas berdasarkan hasil pemantauan di wilayah tersebut. Tim dipimpin AIPDA Didik bersama tujuh personel Polsek Jangkang turun ke lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas menemukan tiga area lahan semak yang sebelumnya terbakar dengan luas masing-masing sekitar 0,5 hektare, 0,6 hektare, dan 0,6 hektare. Seluruh lahan berada di Desa Selampung dengan jenis tanah mineral.
Saat petugas tiba di lokasi, api diketahui sudah padam. Meski demikian, personel tetap melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih aktif dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapolsek Jangkang IPTU Sukarjo mengatakan pengecekan lapangan dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian terhadap setiap laporan maupun deteksi titik panas di wilayah hukumnya. “Setiap terdeteksi adanya hot spot, personel langsung kami turunkan untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran,” ujar Sukarjo.
Berdasarkan hasil pendataan, lahan yang terbakar diketahui merupakan milik pribadi. Pemilik lahan disebut berada di lokasi saat proses pembakaran berlangsung dan telah menyiapkan alat pemadam sederhana.
Meski api telah padam, kepolisian tetap melakukan koordinasi bersama Tim Siaga Api Penanggulangan Karhutla, pemerintah desa, kepala dusun, serta unsur terkait lainnya untuk mengantisipasi kebakaran lanjutan.
Sukarjo menegaskan pencegahan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan perangkat desa. “Koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh adat terus kami lakukan agar masyarakat memahami pentingnya mencegah pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih besar,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat membuka atau membersihkan lahan, terutama pada musim panas dan cuaca kering. Menurut dia, masyarakat harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
Polsek Jangkang memastikan patroli dan pengawasan di wilayah rawan karhutla akan terus ditingkatkan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sanggau. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar