Sintang Berduka, Jenazah Praka Anumerta Aprianus yang Gugur di Papua Tiba di Rumah Duka
- account_circle Pend/Tim
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- print Cetak

Jenazah Praka Anumerta Aprianus, prajurit TNI asal Sintang yang gugur dalam tugas di Nduga, Papua, tiba di rumah duka dengan penghormatan militer penuh. (FOTO: Pend)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Jenazah almarhum Praka Anumerta Aprianus, prajurit TNI AD dari satuan Yonif 611/Awang Long (AWL) asal Sintang yang gugur dalam tugas di Papua, telah tiba di kediaman orang tuanya di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Kedatangan jenazah disambut dengan penuh penghormatan oleh jajaran TNI, pemerintah daerah, serta keluarga besar almarhum dalam suasana duka yang mendalam. Kehadiran almarhum di kampung halaman menjadi momen haru sekaligus penghormatan terakhir atas dedikasinya kepada bangsa dan negara.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1205/Sintang telah menyiapkan rangkaian upacara persemayaman di rumah duka. Selanjutnya, prosesi pemakaman militer direncanakan akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Syuhada Pertiwi Sintang sebagai bentuk penghargaan tertinggi.
Komandan Kodim (Dandim) 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa almarhum adalah prajurit yang berdedikasi tinggi.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi TNI dan bangsa Indonesia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Letkol Arm Anggit Wijaksono pada Jumat (1/5/2026).
Praka Anumerta Aprianus, yang lahir pada 17 September 2001, dinyatakan gugur setelah terlibat dalam kontak tembak pada Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 09.55 WIT di wilayah Kabupaten Nduga, Papua.
Insiden tersebut terjadi saat tim ambush TK Setmid Satgas Yonif 623/BWU berhadapan dengan kelompok OPM Kodap III Ndugama. Dalam baku tembak yang melibatkan sekitar 15 anggota kelompok bersenjata tersebut, dua anggota kelompok OPM dikabarkan tewas.
Namun, dalam insiden yang sama, Pratu Aprianus (saat itu) mengalami luka tembak serius di bagian leher. Almarhum diketahui bertugas sebagai personel Satgas Tabakpan 6 Timpur TK Setmid Satgas Yonif 623/BWU, dengan satuan asal dari Morse Kiban Yonif 611/Awang Long.
Akibat luka serius yang dideritanya, prajurit muda ini dinyatakan gugur dalam tugas. Jenazah sebelumnya telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Timika untuk penanganan medis dan administrasi sebelum akhirnya diterbangkan menuju kampung halamannya di Bumi Senentang.
Pengorbanan Praka Anumerta Aprianus menjadi bukti nyata dedikasi prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan dan daerah operasi.
- Penulis: Pend/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar