Hadirkan Dalang Perempuan Nyi Wulan Sri Panjang Mas, Warga Jawa se-Kalbar Antusias Tonton Lakon “Semar Mbangun Khayangan”
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
- print Cetak

Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar menggelar wayang kulit semalam suntuk di Taman Dirgantara Supadio dalam rangka memperingati HUT ke-17. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang diinisiasi oleh Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalimantan Barat sukses memikat ratusan pasang mata. Kegiatan kebudayaan yang terpusat di Taman Dirgantara Supadio, Kabupaten Kubu Raya tersebut digelar meriah pada Sabtu malam, 23 Mei 2026 kemarin.
Acara yang sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga lintas generasi warga Jawa yang berdomisili di Kalimantan Barat.
Istimewanya, pentas seni tradisi ini menghadirkan dalang perempuan ternama yang didatangkan langsung dari Wonogiri, Jawa Tengah, yakni Nyi Wulan Sri Panjang Mas. Sang dalang membawakan lakon filosofis berjudul “Semar Mbangun Khayangan”.
Lakon tersebut sarat akan pesan moral mengenai nilai-nilai kebijaksanaan, gotong royong, persatuan, serta perjuangan kolektif dalam menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera. Kisah keteladanan tokoh Semar ini dinilai sangat kontekstual dalam merekatkan keberagaman etnis di Kalbar.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi paguyuban dalam merawat warisan adiluhung bangsa di tengah gempuran modernisasi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-17 kepada Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar. Pagelaran wayang kulit ini adalah tradisi anak bangsa yang harus terus kita lestarikan bersama,” ungkap Sukiryanto pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Wabup Sukiryanto turut menyampaikan salam hangat dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang tidak bisa menghadiri acara lantaran sedang menunaikan tugas kedinasan di luar daerah. Diketahui, Bupati Sujiwo memiliki ikatan emosional yang kuat dengan agenda ini karena merupakan putra daerah asli kelahiran Wonogiri.
Lebih lanjut, Sukiryanto menegaskan bahwa Pemkab Kubu Raya berkomitmen memberikan ruang dan dukungan yang setara bagi seluruh paguyuban etnis yang tumbuh di Kubu Raya. Hal ini dinilai penting untuk merawat toleransi dan stabilitas daerah.
“Bukan hanya etnis Jawa saja, tetapi seluruh paguyuban etnis di Kabupaten Kubu Raya akan menjadi perhatian pemerintah daerah dalam rangka menjaga persatuan, kebersamaan, dan keharmonisan masyarakat,” imbuhnya.
Rasa syukur juga diutarakan oleh Ketua Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri Kalbar, AKP (Purn) Suharto. Ia menyampaikan terima kasih atas atensi luar biasa dari jajaran Pemkab Kubu Raya, Danlanud Supadio, serta seluruh elemen pendukung.
Suharto menekankan bahwa esensi dari pagelaran ini melampaui batas hiburan semata, melainkan sebagai media konsolidasi kultural dan wadah silaturahmi akbar demi memperkokoh kerukunan antarwarga di perantauan Kalimantan Barat.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar