Mengenang 40 Hari Dirawat Covid-19, Bupati Bala Minta Sektor Kesehatan Sintang Jadi Prioritas Utama
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- print Cetak

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala minta jajaran Dinkes dan RSUD AM Djoen perkuat komunikasi dan inovasi pelayanan kesehatan. (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, memberikan peringatan penting kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD AM Djoen Sintang untuk memperkuat pola komunikasi. Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menghadiri acara pisah sambut di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang yang digelar di Aula dr. Mochtar Moeluk pada Rabu, 21 Januari 2026.
Bupati menyampaikan bahwa perbaikan komunikasi sangat krusial, baik di lingkungan internal, eksternal, maupun komunikasi secara vertikal antara atasan dan bawahan.
Dalam sambutannya, Bupati Bala turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi jajaran kesehatan yang selama ini telah berjuang melayani masyarakat Sintang.
Sektor kesehatan diakui Bupati sebagai salah satu perhatian utamanya karena ia memiliki pengalaman pribadi saat berjuang melawan kondisi kritis beberapa waktu lalu.
“Saya berterima kasih atas pengabdian jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD yang selama ini sudah melayani masyarakat,” ujar Bupati Sintang.
Ia menceritakan pengalamannya saat pandemi, di mana dirinya sempat dirawat secara intensif selama 40 hari akibat terpapar virus Covid-19.
“Waktu covid kemarin, saya juga merupakan salah satu korban dan dirawat selama 40 hari. Maka sektor kesehatan ini salah satu perhatian utama saya,” terangnya.
Bupati menegaskan bahwa kekompakan antara jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD adalah harga mati demi kepentingan masyarakat luas.
Komunikasi yang baik antara pimpinan dan staf harus terus dijaga mengingat tanggung jawab besar yang diemban oleh para tenaga kesehatan.
“Saya minta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD harus kompak, saling membantu demi masyarakat. Karena kalian ini mengurus nyawa dan kesehatan orang lain,” pesan Bupati.
Terkait masalah anggaran, Bupati mendorong jajaran kesehatan untuk lebih proaktif mencari sumber pendanaan dari pemerintah pusat.
Langkah ini dinilai perlu karena adanya pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang cukup signifikan pada tahun ini sehingga membatasi gerak anggaran daerah.
Bupati juga mengingatkan agar setiap anggaran yang sudah didapatkan dari pusat harus segera direalisasikan dan dihabiskan sesuai program yang direncanakan.
“Kalau sudah ada anggaran, belanjakan sampai habis. Karena kalau tidak habis, kita sulit mendapatkan anggaran kembali dari pemerintah pusat,” tegas Bupati.
Di akhir pesannya, Bupati meminta agar Dinkes, RSUD, hingga seluruh Puskesmas terus melahirkan inovasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Masyarakat diharapkan bisa mendapatkan layanan terbaik, cepat, dan berkualitas demi tercapainya derajat kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Sintang.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar