Dua Remaja Tewas dalam Kecelakaan di Jembatan Suban Sekayam, Polisi Soroti Pengendara di Bawah Umur
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

Kecelakaan maut di Jembatan Suban, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, menewaskan dua remaja berusia 15 dan 12 tahun. Polisi menyebut insiden ini menjadi peringatan serius terkait keselamatan berkendara anak di bawah umur. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di kawasan Jembatan Suban, Dusun Paus, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menewaskan dua remaja pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial HM (15), warga Dusun Bakai I, dan ARM (12), warga Dusun Entinuh, Desa Engkahan. Keduanya mengalami luka berat akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Revo X yang dikendarai HM dan membonceng ARM, serta sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai IS (36), warga Dusun Balai Karangan III.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan jajaran Polsek Sekayam, kecelakaan bermula saat IS mengendarai sepeda motor dari arah Dusun Balai Karangan III menuju Dusun Paus. Saat tiba di pangkal Jembatan Suban, IS memperlambat laju kendaraan karena hendak berbelok ke kanan menuju lokasi pencucian kendaraan.
Pada saat bersamaan, HM yang melaju dari arah belakang diduga berusaha mendahului sepeda motor tersebut. Namun, karena jarak yang terlalu dekat dan ruang gerak yang terbatas di atas jembatan, pengendara kehilangan kendali. Sepeda motor yang dikendarai HM kemudian oleng dan menghantam beton pembatas jembatan dengan keras.
Akibat benturan tersebut, HM terlempar ke badan jalan, sedangkan ARM terpental hingga jatuh ke bawah jembatan. Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, IS hanya mengalami luka ringan berupa nyeri pada bagian kaki dan lecet di siku kanan.
Mendapatkan laporan kecelakaan, personel Polsek Sekayam segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, dan evakuasi korban. Jenazah kedua korban kemudian dibawa ke Puskesmas Balai Karangan, sedangkan kendaraan yang terlibat diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut. Ia mengatakan kecelakaan yang melibatkan pengendara di bawah umur harus menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat, khususnya orang tua.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dalam penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya,” ujar Bambang.
Menurut dia, keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan pengendara, tetapi juga pada kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan kesiapan usia pengemudi.
Terpisah, Kapolsek Sekayam AKP Sutikno mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver yang berisiko menimbulkan kecelakaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi syarat usia dan kemampuan berkendara.
Setelah proses evakuasi dan pembersihan lokasi selesai dilakukan, arus lalu lintas di kawasan Jembatan Suban kembali normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa. Polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan untuk melengkapi proses penyelidikan. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar