Kepala KUA Ingatkan Siswa Jauhi Pernikahan Dini saat Peringatan Isra Mi’raj di Kayan Hilir
- account_circle Tim
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- print Cetak

Kepala KUA Kayan Hilir Yuyu Wahyudin ingatkan siswa SMAN 2 Kayan Hilir jauhi pernikahan dini karena rentan konflik akibat mental yang belum matang. (Foto: Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Salallahu’alaihiwasslam yang digelar SMA Negeri 2 Kayan Hilir menjadi momentum penting untuk mengedukasi generasi muda mengenai bahaya pernikahan dini. Kegiatan religius tersebut dilaksanakan di Masjid Darussalihin, Desa Melingkat, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaen Sintang pada Kamis, 22 Januari 2026.
Acara dibuka dengan sambutan dari Rohani, perwakilan Kepala SMAN 2 Kayan Hilir, yang mengimbau agar seluruh siswa menyerap ilmu dan nasihat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Hadir dalam agenda ini seluruh Dewan Guru, para siswa, pengurus masjid, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala KUA Kecamatan Kayan Hilir, Yuyu Wahyudin, yang hadir sebagai penceramah utama, memberikan penekanan khusus terkait fenomena perkawinan anak di kalangan remaja.
Di hadapan ratusan siswa-siswi, Yuyu menegaskan bahwa pernikahan di usia dini sangat rentan memicu berbagai konflik dalam rumah tangga.
Hal ini disebabkan oleh kesiapan mental dan psikologis para pelakunya yang dinilai belum cukup matang untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang kompleks.
“Karena perkawinan anak sangat rentan dengan berbagai konflik rumah tangga, mengingat persiapan mental yang belum matang,” jelas Yuyu Wahyudin di hadapan para siswa.
Selain menyoroti masalah pernikahan dini, Yuyu juga mengingatkan para pelajar tentang esensi Isra Mi’raj, yakni kewajiban menjalankan shalat lima waktu.
Ia mengibaratkan shalat sebagai tiang agama yang harus ditegakkan dengan kokoh agar seluruh bangunan kehidupan seorang Muslim tidak runtuh.
Pesan edukatif ini diharapkan dapat membentengi para siswa SMAN 2 Kayan Hilir dari pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan di bawah umur.
Melalui pendekatan agama, para remaja diajak untuk lebih fokus mengejar pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik sebelum memutuskan untuk menikah.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Takmir Masjid Darussalihin Desa Melingkat.
Sesi foto bersama antara dewan guru dan para siswa menjadi penutup rangkaian acara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar