Bank Kalbar Salurkan CSR dan Genjot Transaksi Non-Tunai di Desa Mandiri Perbatasan Temajuk Sambas
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- print Cetak

PT Bank Kalbar bersinergi dengan Pemprov Kalbar memperkuat kemandirian Desa Temajuk melalui penyaluran CSR dan sosialisasi akselerasi keuangan non-tunai. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) berkomitmen penuh dalam memperkuat pilar ekonomi masyarakat di kawasan beranda depan negara. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam menyukseskan program “Gema Membangun Desa” yang dipusatkan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada 13 hingga 14 Mei 2026.
Agenda strategis yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan beserta jajaran Kepala OPD Pemprov. Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Hj. Erlina Ria Norsan, serta Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, guna memberikan dukungan penuh bagi akselerasi pembangunan di desa yang akrab dijuluki “Ekor Kalimantan” tersebut.
Desa Temajuk dipilih sebagai lokus utama gerakan karena prestasinya yang telah menyandang status Desa Mandiri dengan capaian skor Indeks Desa (ID) mencapai 85,83 berdasarkan basis data Pemprov Kalbar tahun 2025. Melalui kolaborasi ini, Bank Kalbar memfokuskan program pada optimalisasi rantai ekonomi lokal, khususnya pengelolaan potensi wisata bahari, penguatan kapasitas UMKM, standarisasi fasilitas homestay, hingga pengembangan kuliner khas pesisir demi mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sebagai wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan, Bank Kalbar menyalurkan paket bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung renovasi dan operasional fasilitas ibadah di tiga titik, yakni Masjid Wahdatul Ummah, Masjid Jamik, dan Masjid Ni’matullah.
Tak hanya menyodorkan bantuan fisik, bank milik daerah ini juga memasifkan gerakan digitalisasi keuangan di wilayah perbatasan dengan meluncurkan program akselerasi layanan non-tunai (cashless) serta membuka kelas sosialisasi literasi keuangan bagi warga setempat.
Langkah taktis ini dirancang guna memotong hambatan geografis dan menjawab tantangan aksesibilitas Desa Temajuk yang saat ini masih tercatat di angka 43, sekaligus mengunci kestabilan dimensi layanan dasar, sosial, lingkungan, dan tata kelola desa yang sejauh ini sudah berkategori sangat baik.
“Bank Kalbar hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun desa perbatasan. Kami berharap dukungan ini dapat mempercepat terwujudnya Temajuk yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ungkap Direktur Utama Bank Kalbar secara terpisah.
Melalui intervensi inklusi keuangan dan penyaluran CSR yang tepat sasaran ini, Bank Kalbar bersama Pemerintah Provinsi Kalbar optimistis Desa Temajuk tidak hanya kuat dari segi pertahanan wilayah geopolitik, melainkan mampu menjelma menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri di Kabupaten Sambas.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar