Pelopor Sekolah Hijau, SMPN 8 Pontianak Luncurkan Program “Digulis Ceria” Berbasis QR Code
- account_circle Komf/Tim
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- print Cetak

SMP Negeri 8 Kota Pontianak meluncurkan Program Digulis Ceria, memadukan penghijauan pohon endemik Nusantara dengan sistem edukasi digital berbasis QR Code. (Foto: Komf)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — SMP Negeri 8 Kota Pontianak mengukir prestasi sebagai pelopor sekolah berkelanjutan dengan meluncurkan inovasi bertajuk Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif) pada Senin, 15 Juni 2026.
Langkah berani ini diambil untuk mendorong terciptanya ekosistem sekolah hijau (green school) yang diintegrasikan dengan teknologi digital, sekaligus menjadi wadah menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa sejak dini.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Muchammad Yamin. Ia mengaku bangga karena SMPN 8 berani mengambil peran sebagai leading sector dalam mengoleksi dan menanam berbagai varietas pohon endemik dari seluruh penjuru Indonesia.
“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” ungkap Muchammad Yamin pada Senin (15/6/2026).
Yamin menekankan bahwa keterbatasan wilayah geografis Kota Pontianak tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti menghadirkan ruang terbuka hijau. Belajar dari kota-kota besar di dunia, gerakan penghijauan yang efektif justru lahir dari lingkungan terkecil seperti sekolah dan pekarangan rumah tangga.
Pihak Pemkot Pontianak pun berjanji akan memberikan dukungan penuh, termasuk penyediaan bibit maupun pendampingan teknis melalui dinas-dinas terkait.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Kota Pontianak, Suparji, menguraikan bahwa Digulis Ceria didesain sebagai program digitalisasi lingkungan yang berfokus pada penataan estetika sekolah dan optimalisasi metode pembelajaran di luar kelas (outdoor learning).
“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam. Siswa diajak belajar langsung mengenai penghijauan, tata cara penanaman, hingga pengembangan tanaman hortikultura untuk mendukung ketahanan pangan,” jelas Suparji.
Sisi paling menarik dari program ini terletak pada aspek digitalisasinya. Setiap pohon endemik yang ditanam di lingkungan sekolah—mulai dari flora asal Papua, Maluku, hingga Sumatra—nantinya akan dilengkapi dengan papan QR Code khusus.
Saat dipindai menggunakan smartphone, kode tersebut akan langsung mengarahkan siswa atau pengunjung ke laman informasi digital yang memuat data lengkap mengenai nama ilmiah, karakteristik, manfaat, hingga daerah asal tanaman tersebut.
“Jadi bukan hanya menanam secara konvensional, tetapi kami mengintegrasikan teknologi modern dalam proses pembelajaran lingkungan,” tambah Suparji.
Melalui sinergi Program Digulis Ceria ini, SMPN 8 Kota Pontianak diharapkan mampu menjadi cetak biru (blueprint) bagi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat dalam melahirkan generasi muda yang cerdas teknologi namun tetap berakar pada kepedulian lingkungan.
- Penulis: Komf/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar