Jamin Kehalalan Produk dari Hulu, LPPOM Kalbar Gelar Pelatihan Juleha Berbasis SKKNI Jelang Iduladha
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

LPPOM Kalbar menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis SKKNI di Asrama Haji Pontianak guna memastikan kehalalan hewan kurban menjelang Iduladha. (FOTO: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Berbasis SKKNI resmi dibuka di Asrama Haji Pontianak pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPPOM Kalbar ini bertujuan untuk memperkuat sistem jaminan halal di wilayah Kalimantan Barat menjelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban.
Acara pembukaan pelatihan ini berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan doa bersama seluruh peserta serta tamu undangan. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting dari Kanwil Kemenhaj Kalbar dan MUI Kalimantan Barat.
Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Kalbar, M. Ma’sum Ahmadi, menegaskan pentingnya peran Juleha dalam memastikan standar kehalalan produk sejak tahap paling awal dalam rantai produksi pangan.
“Juru sembelih halal adalah garda terdepan dalam sistem halal. Proses ini bukan sekadar teknis, tetapi bagian dari ibadah yang harus dijalankan sesuai syariat dan dilandasi ilmu,” tegas Ma’sum Ahmadi dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenhaj Kalbar, Mahmud, memberikan penekanan khusus pada penguasaan syariat bagi para penyembelih. Ia menyampaikan bahwa pemahaman ilmu agama menjadi faktor penentu kesempurnaan ibadah penyembelihan.
Menurut Mahmud, tanpa pemahaman ilmu yang memadai, pelaksanaan ibadah penyembelihan dikhawatirkan tidak dapat bernilai sempurna secara syar’i.
Di sisi lain, Ketua MUI Kalimantan Barat, Basri HAR, menyambut baik langkah peningkatan kapasitas melalui standar SKKNI ini. Ia menjelaskan bahwa konsep halal merupakan sebuah sistem yang membutuhkan kerja sama banyak pihak.
Basri berharap melalui pelatihan intensif ini, kompetensi para peserta dapat meningkat secara signifikan. Hal ini dinilai krusial untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk halal yang beredar di Kalimantan Barat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan hewan kurban pada Idul Adha mendatang diproses secara halal dan higienis.
Dengan adanya peningkatan kapasitas Juleha, jaminan keamanan dan kehalalan konsumsi daging bagi masyarakat di wilayah Kapuas Raya dan sekitarnya diharapkan dapat terpenuhi sesuai standar yang berlaku.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar