Dua Hari Tak Pulang, Warga Desa Malenggang Ditemukan Meninggal Tertimpa Motor di Parit
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- print Cetak

Baran (46) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertimpa motor di parit Jalan Lintas Malenggang, Sekayam. Korban diduga alami kecelakaan tunggal. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Warga Dusun Sei Pinang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di parit pinggir jalan pada Selasa, 14 April 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban diketahui bernama Baran (46), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah selama dua hari. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri, Sapinus Duber (25), saat melakukan pencarian di sepanjang jalur lintas desa.
Berdasarkan keterangan saksi, Baran terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Minggu, 12 April 2026. Karena tidak kunjung kembali dan telepon selulernya tidak dapat dihubungi, pihak keluarga mulai melakukan pencarian menyisir sejumlah lokasi di wilayah Desa Malenggang.
Saat melintas di Jalan Lintas Malenggang yang memiliki kondisi jalan menurun dan menikung, Sapinus melihat sebuah sepeda motor berada di dalam parit dengan posisi terbalik. Setelah didekati, ia mendapati ayahnya sudah dalam keadaan meninggal dunia di bawah kendaraan tersebut.
Warga sekitar bersama perangkat desa segera membantu proses evakuasi sekitar pukul 09.30 WIB untuk membawa jenazah korban ke rumah duka.
Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kuat dugaan korban merupakan korban kecelakaan lalu lintas tunggal.
“Dari kondisi di lapangan, korban diduga kehilangan kendali saat melintas di jalan turunan dan tikungan yang minim penerangan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas AKP Sutikno pada Selasa (14/4/2026).
Lokasi kejadian tersebut memang dikenal sebagai jalur yang cukup rawan karena karakteristik jalan yang menurun tajam serta minimnya lampu penerangan jalan umum saat malam hari.
Kapolsek juga memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur-jalur sepi dan ekstrem di wilayah Sekayam guna menghindari insiden serupa.
“Kami mengingatkan pengguna jalan agar selalu waspada, mengingat karakteristik jalan yang rawan serta minimnya penerangan,” tambahnya.
Pihak keluarga dikabarkan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah. Jenazah Baran direncanakan akan dimakamkan pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIB di pemakaman umum Dusun Sei Pinang, Desa Malenggang.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar