Pembangunan PKS Pertama Milik Koperasi di Indonesia Milik APKS-KK Capai 88,8 Persen
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- print Cetak

Pembangunan PKS milik Koperasi Produsen APKS Keling Kumang di Sekadau capai progres 88,8 persen. PKS ini menjadi satu-satunya milik koperasi di Indonesia. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Peletakan batu pertama telah dilakukan oleh Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, pada 5 Oktober 2024 yang lalu.
Saat ini (16/10/2026), Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Koperasi Produsen Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS-KK) progres komponen utamanya telah mencapai 88,8 persen.
Capaian progres tersebut menjadi hal yang sangat luar biasa lantaran PKS di Engkabang Melayang, Desa Gonis Tekam ini dibangun murni oleh sebuah koperasi.
Keberadaan fasilitas pengolahan ini sekaligus mencatatkan APKS-KK sebagai satu-satunya koperasi di Indonesia yang mampu membangun PKS secara mandiri.
Sebelumnya, kegiatan pembangunan PKS ini juga pernah dikunjungi oleh 106 orang Pangkalan Kolektor yang berasal dari seluruh branch office CU Keling Kumang.
Pendiri dan Penasihat Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang (JPK-KK), Munaldus, menguatkan fakta mengenai keunikan proyek strategis tersebut.
Menurut Munaldus, di Indonesia ini satu-satunya koperasi yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit hanya Koperasi Produsen APKS-KK ini.
Ia juga menekankan ketatnya standar material dan spesifikasi teknis yang diterapkan selama proses konstruksi berlangsung di lapangan.
“Dalam proses pembangunannya, semua komponen dan material pabrikan harus yang bersertifikat SNI, pihak vendor akan menolak jika ada bahan dan komponen yang tidak bersertifikat SNI,” terang Munaldus saat meninjau lokasi pembangunan.
Saat meninjau lokasi penjelasannya tersebut, Munaldus tampak didampingi langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) JPK-KK, Hilarius Gimawan, serta jajaran aktivis koperasi lainnya.
General Manager Kopro APKS-KK, Antonius Anyu, turut memberikan rincian detail teknis mengenai perhitungan persentase pembangunan saat ini.
Antonius Anyu menginformasikan bahwa persen bobot fisik tersebut adalah khusus untuk progres pengerjaan komponen utama pabrik.
Capaian tersebut belum mencakup keseluruhan pekerjaan sipil penunjang di area luar bangunan PKS.
Pekerjaan sipil yang dimaksud antara lain mencakup pengerjaan lapisan perkerasan badan jalan untuk akses keluar dan masuk lokasi PKS dari jalan raya utama.
Meski pengerjaan jalan masih berjalan, sejumlah fasilitas penunjang operasional pabrik dilaporkan sudah berada di lokasi dan siap untuk dipasang.
“Namun unit weighbridge atau jembatan timbang, barangnya sudah siap dan akan dipasang setelah pekerjaan sipil dimulai,” terang Antonius Anyu.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar