Breaking News
Trending Tags
Beranda » News » Arif Parabi Pimpin UPB Pontianak hingga 2030, Targetkan 1.000 Mahasiswa Baru

Arif Parabi Pimpin UPB Pontianak hingga 2030, Targetkan 1.000 Mahasiswa Baru

  • account_circle Sinar Sintang
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SinarSintang.com — Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak memasang target menerima lebih dari 1.000 mahasiswa baru pada 2027. Target itu menjadi salah satu agenda Ir. Arif Parabi, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., setelah resmi menjabat rektor periode 2026–2030, menggantikan Dr. Purwanto yang telah memimpin kampus tersebut sejak 2018.

Arif dilantik di Gedung Convention Centre Universitas Panca Bhakti, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Senin, 19 Oktober 2026. Pelantikan dilakukan Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb., dilanjutkan penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan serah terima jabatan rektor.

Di bawah kepemimpinan baru, UPB tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah mahasiswa. Arif juga berencana memperkuat akreditasi, memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dan sarana-prasarana program studi, serta membenahi tata kelola perguruan tinggi.

“Pertama, menyelesaikan program rektor yang lama, kemudian menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang belum diselesaikan, dan ketiga, kita mulai dengan program yang baru,” kata Arif seusai pelantikan.

Arif menyebut tiga agenda yang akan menjadi perhatian selama masa kepemimpinannya, yakni Good University Governance, Income Generating, dan Student Retention Program. Good University Governance berfokus pada penguatan tata kelola universitas agar penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan lebih baik.

Income Generating diarahkan pada peningkatan kemampuan kampus menghasilkan pendapatan untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan institusi. Sementara itu, Student Retention Program ditujukan untuk memperkuat upaya mempertahankan mahasiswa agar dapat melanjutkan studi hingga lulus.

Menurut Arif, kebutuhan program studi yang baru berkembang menjadi salah satu pekerjaan mendesak. Kampus perlu menyiapkan fasilitas, tenaga pengajar, tenaga kependidikan, serta berbagai persyaratan untuk memperkuat akreditasi.

Karena itu, ia memilih memprioritaskan peningkatan kualitas program studi yang sudah tersedia daripada sekadar memperbanyak program baru. Arif mengatakan jumlah program studi UPB telah meningkat dari enam menjadi 12. Universitas itu juga memiliki tiga program studi magister yang dapat dikembangkan untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana.

Ia berharap penguatan program studi tersebut dapat meningkatkan daya saing UPB di tengah persaingan perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat. Target penerimaan mahasiswa menjadi salah satu tolok ukur pertumbuhan yang ingin dicapai Arif.

Ia menyebut UPB menerima sekitar 800 mahasiswa baru pada tahun ini. Pada 2027, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang. Adapun jumlah mahasiswa aktif UPB saat ini mendekati 5.000 orang. Arif berharap angka itu dapat menembus 5.000 mahasiswa pada tahun depan.

Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah mahasiswa harus diimbangi dengan keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan. “Jadi input dan output-nya harus sepadan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menempatkan keberlangsungan studi sebagai salah satu tantangan penting bagi kepemimpinan baru.

Peningkatan penerimaan mahasiswa perlu disertai upaya menjaga mutu pembelajaran dan memastikan mahasiswa memperoleh dukungan yang memadai hingga lulus. Arif juga berharap UPB tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Kalimantan Barat, tetapi berkembang menjadi salah satu yang terbesar di provinsi ini.

Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Garuda Wiko, mengingatkan bahwa pergantian rektor bukan sekadar proses pergantian pejabat. Menurut dia, peralihan kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperbarui komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas manfaat universitas bagi masyarakat.

Ia menilai perguruan tinggi saat ini menghadapi perubahan cepat akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dinamika dunia kerja, dan persaingan global. Dalam situasi tersebut, perguruan tinggi perlu terus beradaptasi tanpa mengabaikan integritas, profesionalisme, mutu akademik, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Garuda juga menekankan pentingnya kontribusi kampus dalam menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Menurut dia, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai kegiatan administratif. Ia berharap UPB dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia.

Garuda turut menyampaikan penghargaan kepada Purwanto atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin UPB. Ia berharap capaian pada periode sebelumnya menjadi fondasi bagi pengembangan universitas pada masa mendatang.

Purwanto menyatakan optimistis Arif mampu melanjutkan program-program yang telah dirintis selama kepemimpinannya. Menurut dia, Arif telah terlibat dalam pelaksanaan sejumlah agenda kampus, termasuk pembangunan sarana-prasarana dan penguatan tata kelola pendidikan tinggi. Karena itu, Purwanto menilai pergantian rektor dapat berlangsung dengan kesinambungan program.

Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan yang belum tuntas. Penguatan akreditasi institusi dan program studi, optimalisasi kerja sama nasional dan internasional, penambahan fasilitas kampus, serta peningkatan pendapatan universitas masih perlu dilanjutkan. “Masih banyak, tetapi insyaallah ini akan dilanjutkan,” kata Purwanto.

Ia berharap kepemimpinan Arif dapat membawa UPB menjadi universitas yang unggul dan membanggakan masyarakat Kalimantan Barat. Setelah meninggalkan jabatan rektor, Purwanto menyatakan tetap ingin berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Ia menyebut perannya di Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Kalimantan Barat sebagai salah satu ruang untuk memperkuat kolaborasi antarkampus. Kolaborasi itu, menurut dia, penting untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia yang berkualifikasi sarjana, magister, hingga doktor. Purwanto juga berencana melanjutkan kiprahnya sebagai arbiter di Badan Arbitrase Nasional Indonesia.

Dengan masa jabatan hingga 2030, Arif kini menghadapi tantangan untuk mengubah target pertumbuhan menjadi capaian yang terukur. Penerimaan lebih dari 1.000 mahasiswa baru, penguatan akreditasi, perbaikan tata kelola, dan peningkatan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi akan menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Bagi UPB, ukuran keberhasilan kepemimpinan baru bukan hanya seberapa besar kampus berkembang, melainkan juga sejauh mana peningkatan itu menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat Kalimantan Barat. (*/)

  • Penulis: Sinar Sintang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Klaim Tes Urine Mendadak Personel, Polres Sintang Tindak Tegas Jika Terbukti Konsumsi Narkotika

    Klaim Tes Urine Mendadak Personel, Polres Sintang Tindak Tegas Jika Terbukti Konsumsi Narkotika

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Polres Sintang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga integritas institusi dengan mengklaim telah menggelar tes urine mendadak bagi para personelnya. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Mapolres Sintang pada Rabu pagi, 10 Februari 2026, berada di bawah pengawasan ketat Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam). Tes urine ini merupakan langkah preventif rutin yang dilaksanakan untuk […]

  • Ultimatum Jalan Rusak: Warga Ketungau Hilir Ancam Golput, Boikot Pajak, dan Ogah Rayakan HUT RI

    Ultimatum Jalan Rusak: Warga Ketungau Hilir Ancam Golput, Boikot Pajak, dan Ogah Rayakan HUT RI

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Kekecewaan mendalam atas kerusakan infrastruktur jalan yang tak kunjung dibenahi membuat masyarakat Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, mengambil sikap ekstrem. Warga secara terbuka mengancam akan melakukan boikot massal terhadap sejumlah agenda negara jika jalur logistik utama mereka diabaikan. Ancaman tersebut tertuang dalam poin maklumat “Pernyataan Sikap Masyarakat Ketungau Bersatu” yang ditandatangani oleh para […]

  • Rumah Warga di Nanga Yen Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

    Rumah Warga di Nanga Yen Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Sinar Sintang
    • 0Komentar

    SinarSintang.com – Sebuah rumah milik warga di Dusun Karya Bhakti 2, RT 06 RW 03, Desa Nanga Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terbakar pada Kamis (21/5/2026) pagi. Rumah tersebut diketahui milik Putri Hidayah, seorang petani dan pekebun yang tinggal di lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian […]

  • Tunggak Pajak Rp19,7 Miliar, Komisi II DPRD Sekadau Desak PT MPL Segera Lunasi BPHTB

    Tunggak Pajak Rp19,7 Miliar, Komisi II DPRD Sekadau Desak PT MPL Segera Lunasi BPHTB

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Jeckmus
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau kembali memberikan sorotan tajam terhadap PT Makmur Prima Lestari (PT MPL) terkait kewajiban pajak yang belum tuntas kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau. Perusahaan tersebut tercatat masih memiliki tunggakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp19,7 miliar. Ketua Komisi II DPRD Sekadau, Yodi Setiawan, menegaskan bahwa pemenuhan […]

  • Polsek Sekayam Selidiki Dugaan Penggelapan Solar Bus Sekolah, Sopir Diduga Sedot 24 Liter BBM

    Polsek Sekayam Selidiki Dugaan Penggelapan Solar Bus Sekolah, Sopir Diduga Sedot 24 Liter BBM

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Sinar Sintang
    • 0Komentar

    SinarSintang.com – Polsek Sekayam menerima laporan dugaan penggelapan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga dilakukan seorang pengemudi bus sekolah milik perusahaan di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Laporan tersebut diterima pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Kasus itu bermula saat pihak perusahaan menemukan dugaan penyalahgunaan BBM melalui sistem pelacakan kendaraan digital […]

  • Temui Aktivis Buruh dan Mahasiswa, Sekda Harisson Janji Kawal Hak Pekerja Sawit dan Perempuan

    Temui Aktivis Buruh dan Mahasiswa, Sekda Harisson Janji Kawal Hak Pekerja Sawit dan Perempuan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Gelombang aksi dari kalangan aktivis buruh dan mahasiswa memadati halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Senin, 4 Mei 2026. Kedatangan massa bertujuan untuk menyuarakan berbagai rapor merah ketenagakerjaan yang masih terjadi di wilayah Kalbar. Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), Harisson. Dalam dialog terbuka, perwakilan buruh membeberkan […]

expand_less