Sistem Interkoneksi Kalimantan Terganggu, Pemkot Pontianak Minta PLN Perbarui Informasi Jadwal Pemadaman
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bergerak cepat merespons keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir dan mendesak PT PLN segera melakukan pemulihan. (Foto: Dok/Pro)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Gelombang keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Pontianak langsung mendapat perhatian serius dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Setelah menerima berbagai aduan dari warga, Edi segera melakukan koordinasi ketat dengan manajemen PT PLN (Persero) untuk meminta penjelasan sekaligus menekankan percepatan pemulihan pasokan daya.
Menurut Edi, intervensi ini krusial karena pemadaman listrik yang tidak menentu telah memberikan dampak domino yang merugikan terhadap aktivitas rumah tangga, roda ekonomi usaha kecil, hingga sektor pelayanan publik. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pontianak memandang perlu untuk menjembatani dan menyampaikan langsung keresahan warga kepada pihak PLN.
“Saya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir ini. Sebagai kepala daerah, saya berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta agar PLN segera mengambil langkah-langkah percepatan pemulihan,” ujar Edi Rusdi Kamtono pada Jumat (3/7/2026).
Dari hasil koordinasi tersebut, pihak PLN memaparkan bahwa kebijakan pemadaman bergilir terpaksa diambil akibat adanya gangguan teknis pada sejumlah unit pembangkit utama. Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya pasokan daya secara drastis pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan. Manajemen PLN mengklaim langkah ini merupakan opsi darurat demi menjaga stabilitas sistem dan menghindari terjadinya pemadaman total (blackout).
Kendati memahami kendala teknis yang dihadapi di lapangan, Edi menegaskan bahwa masyarakat sangat membutuhkan kepastian informasi. Ia mendesak PLN untuk bekerja secara maksimal, transparan, serta lebih komunikatif dalam memperbarui informasi berkala kepada publik.
“Kami memahami kondisi teknis yang terjadi. Namun di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan kepastian. Listrik adalah kebutuhan dasar yang menyangkut aktivitas sehari-hari. Karena itu, saya meminta PLN agar penanganan dilakukan secepat-cepatnya dan informasi kepada masyarakat terus diperbarui,” tegas Wali Kota.
Di akhir penjelasannya, Edi mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Pontianak untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga kondusivitas kota selama proses pemulihan teknis berlangsung. Pemerintah Kota Pontianak memastikan akan terus mengawal dan memantau perkembangan penanganan gangguan ini hingga pasokan daya ke rumah-rumah warga kembali normal 100 persen.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar