UPTD PPA Sintang Turun Tangan, Siapkan Pendampingan Psikis untuk 240 Siswa MIM Labschool yang Terusir
- account_circle Tim
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- print Cetak

UPTD PPA Kabupaten Sintang tinjau kondisi 240 siswa MIM Labschool yang terpaksa mengungsi akibat ruang kelas digembok. Fokus pendampingan psikis guru dan siswa. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sintang mulai mengambil langkah nyata terkait krisis yang menimpa Madrasah Ibtida’iyah Ma’arif (MIM) Labschool Sintang.
Pada Jumat siang, 30 Januari 2026, Kepala UPTD PPA beserta staf melakukan pertemuan khusus dengan pihak kepala sekolah, guru, dan komite MIM Labschool guna membahas dampak psikologis akibat penyegelan ruang kelas yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah secara resmi memohon pendampingan kepada Dinas KBP3A Kabupaten Sintang bagi para guru perempuan dan 240 siswa yang terdampak secara mental.
“Alhamdulillah, langsung ditindaklanjuti dengan melihat langsung kondisi anak-anak serta sarana prasarana yang minim dan tekanan psikologis di tempat pengungsian saat ini,” ujar Lisa, perwakilan wali murid dan komite pada Jumat.
Kepala UPTD PPA Sintang, Samuel, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi siswa yang kini terpaksa belajar di gedung dan ruangan STAIMA Sintang.
Samuel menjelaskan bahwa hasil pemantauan lapangan ini akan segera dibahas bersama Kepala Dinas KBP3A pada awal pekan depan untuk merumuskan langkah intervensi yang tepat.
“Mungkin yang menjadi konsen kami adalah pendampingan terhadap anak-anak kelas 6 yang akan ujian,” tegas Samuel menjelaskan fokus prioritas timnya.
Kondisi ini merupakan buntut dari sengketa tata kelola yang menyebabkan pintu-pintu kelas di MIM Labschool terkunci rapat sejak dimulainya semester genap dua pekan lalu.
Tindakan penguncian ruang kepala sekolah, ruang guru, hingga ruang kelas tersebut dinilai telah melampaui batas sengketa administrasi dan mulai melanggar hak asasi anak untuk mendapatkan pendidikan layak.
Ketua Komite MIM Labschool Sintang, Wida, kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas aksi sepihak yang dilakukan oleh pihak terlapor.
“Kami sangat terkejut terhadap aksi sepihak Terlapor yang menggembok ruang guru dan ruang kelas untuk anak kami belajar,” ungkap Wida dengan nada prihatin.
Saat ini, para siswa harus berjuang belajar di tengah ketidakpastian dengan fasilitas seadanya. Ruang guru yang ada sekarang pun hanya berupa ruangan tumpangan tanpa fasilitas meja dan kursi kerja yang memadai.
Pendampingan dari UPTD PPA diharapkan dapat memulihkan trauma dan menjaga semangat belajar siswa, terutama mereka yang berada di kelas akhir, agar tetap fokus menghadapi ujian kelulusan meski di tengah konflik yang belum usai.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar