Gawai Adat Dayak Meliau Dibuka Meriah, Bupati Ontot Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- print Cetak

Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau di Sanggau resmi dibuka dengan prosesi adat dan budaya. Bupati Yohanes Ontot mengajak generasi muda melestarikan budaya Dayak. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Suasana adat dan budaya mewarnai pembukaan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau atau Gawai Nyopat Soa I DAD Kecamatan Meliau yang digelar di Rumah Adat Betang Pangsuma, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kabupaten Sanggau, Senin (18/5/2026).
Kegiatan budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dengan mengusung tema “Dengan Nyopat Sowan, Kita Lestarikan Budaya Kita”. Pembukaan kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, serta masyarakat Dayak dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sanggau.
Bupati Sanggau Yohanes Ontot hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Fransiskus Ason, anggota DPRD Kabupaten Sanggau Dapil Meliau, Camat Meliau Tang, Danramil Meliau Peltu Jamal, para camat se-Kabupaten Sanggau, kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda.
Kapolsek Meliau IPTU Supar juga turut hadir bersama unsur Forkopimcam Meliau sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Dayak.
Kegiatan diawali dengan prosesi adat penyambutan Bupati Sanggau beserta rombongan melalui tarian tradisional, ritual pancung buluh muda, dan tampung tawar yang menjadi simbol penghormatan serta doa keselamatan dalam tradisi Dayak.
Dalam sambutannya, Yohanes Ontot yang juga menjabat Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sanggau mengapresiasi seluruh panitia dan tokoh adat yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurut dia, Gawai Dayak bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga bentuk rasa syukur masyarakat Dayak kepada Tuhan atas kehidupan, hasil usaha, dan persaudaraan yang terus terjaga.
Ia menilai nilai-nilai gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian budaya harus terus dipertahankan sebagai identitas masyarakat adat di tengah perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini kita berharap persatuan antar sub suku Dayak semakin kuat, keharmonisan sosial terus terjaga dan generasi muda tetap mencintai budaya serta adat istiadat warisan leluhur,” ujar Yohanes Ontot.
Usai sambutan, Bupati Sanggau secara resmi membuka pelaksanaan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 20 Mei 2026.
Kapolsek Meliau IPTU Supar mengatakan pihak kepolisian mendukung penuh kegiatan adat dan budaya selama berlangsung aman dan tertib. “Kehadiran Polri dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung. Pengamanan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Meliau, Koramil Meliau, Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau, dan Satpol PP Kabupaten Sanggau. Hingga seluruh rangkaian pembukaan selesai, situasi terpantau aman dan kondusif. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar