Penutupan Gawai Dayak Meliau Meriah, Wabup Susana Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- print Cetak

Penutupan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau di Rumah Betang Pangsuma berlangsung meriah. Wabup Sanggau Susana Herpena mengajak generasi muda menjaga budaya Dayak. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com — Suasana penuh semangat kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai penutupan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau atau Gawai Nyopat Soa I DAD Kecamatan Meliau di Rumah Adat Betang Pangsuma, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Kabupaten Sanggau, Rabu (20/5/2026) malam.
Kegiatan bertema “Dengan Nyopat Sowan, Kita Lestarikan Budaya Kita” itu dihadiri sekitar 1.500 warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Meliau. Sejak sore hingga malam hari, masyarakat memadati kawasan rumah betang untuk mengikuti rangkaian penutupan pesta adat tahunan tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, anggota DPRD Kabupaten Sanggau daerah pemilihan Meliau, Camat Meliau Tang, Kapolsek Meliau Iptu Supar, unsur perusahaan, para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga sejumlah paguyuban masyarakat.
Rangkaian acara diawali hiburan rakyat yang menampilkan artis lokal Meliau. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya Dayak.
Selain hiburan seni budaya, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang perlombaan yang digelar selama pelaksanaan Gawai. Sejumlah perlombaan bernuansa budaya Dayak seperti pemilihan domamank dan domia, lomba lagu daerah, hingga lomba melukis motif Dayak menjadi perhatian pengunjung.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengatakan Gawai Dayak bukan sekadar pesta adat, melainkan momentum memperkuat identitas budaya serta mempererat persatuan masyarakat.
Menurut dia, seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah ekspresi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya daerahnya. “Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dipelihara, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus agar nilai-nilai luhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Susana menambahkan, semangat Gawai Dayak sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan dengan tetap menjunjung nilai budaya serta kearifan lokal.
Sementara itu, Kapolsek Meliau Iptu Supar menegaskan dukungan kepolisian terhadap seluruh kegiatan budaya masyarakat yang dinilai mampu memperkuat persatuan sosial.
“Gawai Adat Dayak merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif,” kata Supar.
Ia menyebut personel Polsek Meliau diterjunkan di sejumlah titik pengamanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif. Kami mengapresiasi panitia, tokoh adat, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban,” tambahnya.
Usai sambutan, Wakil Bupati Sanggau secara resmi menutup pelaksanaan Gawai Adat Dayak Kecamatan Meliau. Penutupan dilanjutkan hiburan musik rakyat yang kembali disambut antusias masyarakat.
Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, pelaksanaan Gawai juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Berbagai stan kuliner, kerajinan masyarakat, hingga wahana permainan anak turut meramaikan kawasan kegiatan selama perayaan berlangsung.
Panitia bersama Dewan Adat Dayak Kecamatan Meliau memastikan tradisi Gawai Adat Dayak akan terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan untuk menjaga eksistensi budaya Dayak sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Kabupaten Sanggau. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar