Bupati Bala Mohon RS Normah Kuching Beri Kemudahan dan Kelonggaran Warga Sintang Berobat
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memohon agar RS Normah Kuching memberikan kemudahan dan kelonggaran bagi warga Sintang yang menjalani pengobatan di sana. (Foto: Pro)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, secara khusus memohon kepada manajemen rumah sakit Normah Medical Specialist Centre (NMSC) Kuching untuk memberikan kemudahan serta kelonggaran bagi masyarakat Kabupaten Sintang yang menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Bala saat menerima kunjungan resmi manajemen NMSC di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 15 April 2026.
Rombongan manajemen rumah sakit asal Sarawak, Malaysia tersebut dipimpin langsung oleh Bidari Muhammad Suhaili selaku Deputi Business Development and Corporate Affairs.
Dalam pertemuan itu, Bupati Bala menitipkan harapan besar agar warga Sintang mendapatkan pelayanan yang memadai, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala saat masa pemulihan.
“Saya mohon agar kalau ada masyarakat Kabupaten Sintang yang berobat ke Normah Medical Specialist Center Kuching, mohon diberi kemudahan dan diberi kelonggaran. Kalau ada pasien yang belum memungkinkan pulang, mohon dibantu,” ujar Gregorius Herkulanus Bala pada Rabu (15/4/2026).
Bupati menyambut baik kehadiran manajemen RS Normah yang dinilainya memiliki kesamaan visi dalam aspek kemanusiaan. Ia mengapresiasi pernyataan manajemen bahwa rumah sakit tersebut tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial.
“Kami berterima kasih karena Manajemen Normah sudah mengatakan tidak semata-mata mengejar profit tetapi ada juga sosial, kemanusiaan dan pelayanan,” tambahnya.
Bupati Bala juga memaparkan bahwa Kabupaten Sintang sebenarnya memiliki fasilitas kesehatan yang cukup besar, yakni RSUD AM Djoen, meskipun diakui masih memiliki keterbatasan dalam hal peralatan medis.
Menurutnya, pilihan masyarakat untuk berobat hingga ke luar negeri merupakan bagian dari ikhtiar kesembuhan yang sering kali didasari oleh faktor kecocokan pasien dengan tenaga medis.
“Saya melihat, orang sakit ini ketika berobat, kadang-kadang tergantung cocok-cocokan juga. Ada juga kalau ke dokter dia tidak sembuh, malah kalau ke mantri, bisa sembuh,” ungkapnya berseloroh.
Menanggapi permohonan tersebut, Bidari Muhammad Suhaili menjelaskan bahwa RS Normah merupakan institusi milik Pemerintah Negeri Sarawak, sehingga fungsi sosial tetap menjadi prioritas utama mereka.
Pihaknya memastikan komitmen untuk membantu pasien asal Indonesia, termasuk dari Sintang, yang mengalami kendala biaya namun masih memerlukan perawatan intensif.
“Kami pernah merawat orang Indonesia yang mengalami kurang biaya namun masih harus dirawat. Kami persilakan untuk tetap dirawat sampai sembuh baru disuruh pulang. Kami tidak mengutamakan bisnis,” terang Bidari.
Bidari menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk bersaing dengan rumah sakit di Kalimantan Barat, melainkan untuk memperkuat hubungan persahabatan dan menolong sesama melalui peralatan medis canggih yang didukung penuh oleh pemerintah.
Kunjungan ini diharapkan mempermudah urusan koordinasi layanan kesehatan bagi warga Sintang di masa depan, mengingat RS Normah menjadi salah satu rujukan utama bagi pasien dari wilayah Kapuas Raya yang mencari spesialisasi medis di Kuching.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar