Lansia Hilang Sepekan Ditemukan Meninggal di Sungai Remoncok Sanggau
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
- print Cetak

Seorang lansia di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, ditemukan meninggal di Sungai Remoncok setelah dilaporkan hilang selama sekitar satu minggu. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Warga Dusun Tanggung, Desa Tanggung, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki lanjut usia di aliran Sungai Remoncok, Minggu (24/5/2026). Korban diketahui berinisial MJ (83), warga Dusun Parus, Desa Tanggung, yang sebelumnya dilaporkan hilang selama sekitar satu minggu.
Kapolsek Jangkang IPTU Sukarjo mengatakan, laporan penemuan mayat diterima pihak kepolisian sekitar pukul 09.30 WIB dari masyarakat setempat. “Setelah menerima laporan, personel Polsek Jangkang bersama tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” kata Sukarjo, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, korban sebelumnya diketahui meninggalkan rumah dan tidak kembali selama beberapa hari. Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian karena korban memiliki kondisi pikun atau demensia.
Salah seorang warga, Amrosius Rose (52), mengaku mulai mencari korban sejak pagi hari setelah mendapat informasi adanya mayat di Sungai Remoncok. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di aliran sungai dan dipastikan telah meninggal dunia. “Penemuan tersebut kemudian langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Sukarjo.
Warga lainnya, Yohanes Supindo (46), turut membantu proses pencarian dan evakuasi korban bersama aparat kepolisian dan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tenaga kesehatan dari Puskesmas Jangkang, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Polisi juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban diduga pergi meninggalkan rumah tanpa diketahui keluarga karena mengalami demensia,” kata Sukarjo.
Setelah proses identifikasi selesai, jasad korban dievakuasi menuju rumah duka di Dusun Parus, Desa Tanggung. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Proses evakuasi hingga pemakaman berlangsung aman dengan pengawalan dari personel Polsek Jangkang. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar