Kapolres Sanggau Minta Waktu 3 Hari Koordinasi ke Polda Kalbar Terkait Tuntutan Warga Entikong-Sekayam
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- print Cetak

Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono meminta waktu tiga hari untuk berkoordinasi dengan Polda Kalbar terkait tuntutan warga Entikong yang meminta pembebasan dua rekan mereka. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Kapolres Sanggau, AKBP Sudarsono, meminta waktu selama tiga hari untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan di tingkat Polda Kalimantan Barat terkait tuntutan massa aksi damai yang memadati halaman Mapolres Sanggau pada Senin, 4 Mei 2026.
Permintaan waktu tersebut disampaikan usai dilakukannya dialog antara pihak kepolisian, unsur Forkopimda, dan perwakilan masyarakat dari Kecamatan Entikong serta Kecamatan Sekayam. Aksi damai ini dipicu oleh penangkapan dua warga Desa Semanget atas dugaan tindak pidana Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Sekitar 300 orang massa aksi tiba di Mapolres Sanggau sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan bus, truk, hingga kendaraan pribadi. Mereka datang membawa misi utama, yakni memohon pembebasan terhadap dua rekan mereka yang diamankan aparat.
Dalam pertemuan di ruang kerja Kapolres, hadir Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki, Ketua Komisi III DPRD Yeremias Marselinus, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat seperti Anong Sutrisno dan perwakilan DAD Entikong, Mustad.
Merespons tuntutan tersebut, AKBP Sudarsono menegaskan bahwa pihaknya menghargai aspirasi masyarakat, namun tetap harus bergerak di dalam koridor mekanisme hukum yang berlaku.
“Kami memahami aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Polres Sanggau akan menampung seluruh masukan tersebut dan membutuhkan waktu untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan di tingkat Polda,” ujar AKBP Sudarsono di hadapan perwakilan massa.
Kapolres menjelaskan bahwa laporan menyeluruh mengenai situasi dan dinamika yang berkembang pasca penangkapan akan segera diteruskan ke Polda Kalbar sebagai bahan pertimbangan kebijakan.
“Kami akan melaporkan secara menyeluruh situasi dan kondisi yang berkembang, termasuk dinamika pasca penangkapan. Semua akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di tingkat lebih lanjut,” tambahnya.
Setelah dialog berakhir pada pukul 13.15 WIB, Kapolres secara langsung menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada ratusan massa yang menunggu di halaman Mapolres Sanggau. Langkah ini diambil sebagai bentuk keterbukaan informasi dan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.
Hingga rombongan massa membubarkan diri secara teratur, situasi di Mapolres Sanggau terpantau kondusif dengan pengawalan ketat aparat gabungan. Masyarakat kini menunggu hasil koordinasi tersebut yang dijanjikan akan menemui titik terang dalam tiga hari ke depan.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar