Wagub Krisantus Kurniawan Desak Operasional Penuh Terminal Kijing Mempawah
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendorong percepatan operasional penuh Terminal Kijing di Mempawah guna menghentikan kerugian fiskal daerah. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah merupakan langkah strategis yang mendesak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Wagub menyoroti kerugian fiskal yang dialami Kalimantan Barat akibat belum optimalnya fungsi pelabuhan tersebut. Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera membuka akses jalan yang memadai, baik melalui pembangunan jalan tol maupun jalur alternatif baru guna mengurai hambatan logistik.
“Kita sudah rugi banyak. Pencatatan hasil alam justru terjadi di daerah lain seperti Jakarta, padahal sumber daya berasal dari Kalbar. Saya tidak terlalu mempersoalkan status jalannya, yang penting akses segera dibuka,” tegas Krisantus Kurniawan.
Wagub memiliki strategi unik dengan mendorong operasional penuh pelabuhan terlebih dahulu. Menurutnya, potensi kemacetan di jalur darat justru akan menjadi indikator kuat meningkatnya aktivitas ekonomi, sekaligus menjadi pemicu bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.
“Kalau nanti macet, itu justru yang kita cari. Artinya ekonomi bergerak dan pusat akan terdorong untuk segera bertindak,” ujarnya optimis.
Meski fokus pada pengembangan Kijing, Wagub tetap mengingatkan pentingnya menjaga operasional Pelabuhan Dwikora Pontianak. Hal ini mengingat kondisi Muara Kapuas yang kerap dangkal berisiko menghambat distribusi kebutuhan vital seperti BBM dan oksigen medis. Terkait hal tersebut, Pemprov Kalbar membuka peluang kolaborasi dengan investor untuk pengerukan alur sungai secara berkelanjutan.
Selain infrastruktur fisik, Krisantus juga mendorong keterlibatan aktif Bank Kalbar dalam ekosistem ekonomi di Pelabuhan Kijing. Peran bank daerah dinilai krusial untuk memastikan perputaran uang hasil ekspor tetap berada di daerah guna memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Senada dengan hal tersebut, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak, Yanto, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Terminal Kijing sebagai simpul logistik yang efisien dan kompetitif.
“Pelabuhan Kijing bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Kalbar. Kita ingin arus barang lebih cepat dan kompetitif,” jelas Yanto.
Berdasarkan kajian teknis, sekitar 75% biaya logistik saat ini berada di sektor darat. Oleh karena itu, Pelindo merencanakan pengembangan infrastruktur besar-besaran, termasuk penambahan dermaga curah cair untuk komoditas CPO, pembangunan sistem conveyor terintegrasi, serta optimalisasi jaringan pipa.
Terminal Kijing diproyeksikan menjadi hub logistik paling efisien di Kalimantan, terutama dengan rencana pembangunan dua smelter tambahan oleh MIND ID di kawasan tersebut. Integrasi antara pelabuhan dengan kawasan industri (hinterland) diharapkan mampu meniru kesuksesan pelabuhan kelas dunia seperti Port of Rotterdam dan Port of Busan.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar