Terima 12 Tuntutan Aliansi Cipayung, Sekda Harisson: Mahasiswa Adalah Harapan Masa Depan Kalbar
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Sekda Kalbar Harisson menemui massa aksi Aliansi Cipayung Kota Pontianak untuk menyerap 12 poin tuntutan terkait isu buruh dan pendidikan di Kalimantan Barat. (Foto: Adp)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, secara langsung menemui dan menyambut massa aksi dari Aliansi Cipayung Kota Pontianak yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Jenderal Ahmad Yani, pada Selasa, 4 Mei 2026.
Aliansi yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa lintas ideologi—seperti IMM, PMII, GMNI, GMKI, dan PMKRI—tersebut menyuarakan sejumlah aspirasi strategis dalam rangka memperingati Hari Buruh (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Kehadiran Sekda Harisson di tengah kerumunan mahasiswa mencerminkan sikap proaktif dan keterbukaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam merespons dinamika sosial serta aspirasi dari kalangan intelektual muda.
Dalam aksi yang dipimpin oleh Muhammad Sherkhan selaku koordinator lapangan, Aliansi Cipayung membacakan 12 poin tuntutan utama yang mencakup isu kesejahteraan tenaga kerja, upah layak, hingga pemerataan kualitas pendidikan di pelosok daerah.
Mengawali dialog, Harisson menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang belum dapat hadir secara fisik karena sedang menjalankan tugas kedinasan di luar kota.
“Bapak Gubernur menitipkan salam hangat serta menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap menerima dan menyerap setiap masukan demi kemajuan daerah,” ujar Harisson di hadapan massa aksi pada Selasa (4/5/2026).
Menanggapi poin-poin tuntutan mahasiswa, Harisson menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak menjadikan aspirasi tersebut sebagai formalitas belaka. Ia memastikan setiap poin akan dikaji dan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mencari solusi konkret.
“Seluruh tuntutan yang telah disampaikan kami terima dengan terbuka. Kami pastikan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah provinsi agar isu seperti hak buruh dan pendidikan memperoleh solusi nyata,” tegasnya.
Harisson juga memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif mahasiswa sebagai kontrol sosial. Menurutnya, idealisme mahasiswa adalah motor penggerak perubahan yang sangat dibutuhkan oleh Kalimantan Barat.
“Selama mahasiswa masih peduli terhadap nasib rakyat, di sanalah ada harapan dan masa depan bagi Kalimantan Barat. Membangun daerah ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah; dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak,” tambahnya.
Prosesi penyerahan dokumen tuntutan dari Aliansi Cipayung kepada Sekda Harisson berlangsung dengan tertib dan kondusif. Hal ini menandai terbangunnya komunikasi yang konstruktif antara elemen mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mengawal kebijakan publik demi kesejahteraan masyarakat luas.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar