Praka Anumerta Aprianus Dimakamkan Secara Militer di TMP Syuhada Pertiwi Sintang
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- print Cetak

Praka Anumerta Aprianus, prajurit Yonif 611/Awal yang gugur di Papua, dimakamkan secara militer di TMP Syuhada Pertiwi Sintang sebagai pahlawan bangsa. (Foto: Pro.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Syuhada Pertiwi Sintang saat prosesi pemakaman secara militer dilangsungkan untuk menghormati Praka Anumerta Aprianus pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Praka Anumerta Aprianus merupakan prajurit dari kesatuan Yonif 611/Awal yang gugur dalam tugas saat terjadi kontak tembak dengan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua pada Rabu, 29 April 2026 silam.
Putra kelahiran Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, ini merupakan anak dari pasangan Benyamin dan Agnes. Atas dedikasi dan pengabdiannya, negara memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Praka Anumerta.
Dalam upacara militer tersebut, Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Almarhum kini beristirahat dengan tenang berdampingan dengan makam tokoh pejuang Kabiet Rundjan serta 74 pahlawan lainnya yang telah mendahului.
Upacara diawali dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, disusul pembacaan Apel Persada oleh Inspektur Upacara, penurunan jenazah ke liang lahat, hingga prosesi keagamaan secara Katolik. Penimbunan liang lahat secara simbolis dilakukan oleh Letkol Arm Anggit Wijaksono bersama Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga besar almarhum.
“Kepada kedua orang tua agar mengikhlaskan kepergian almarhum. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sintang, kami berduka cita yang sangat dalam,” ungkap Bupati Sintang pada Sabtu (2/5/2026).
Sementara itu, Dandim 1205 Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, dalam amanatnya menegaskan bahwa kepergian Praka Anumerta Aprianus adalah duka mendalam bagi TNI dan negara. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang wajib menjadi teladan bagi prajurit lainnya.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan anak bangsa yang sudah berjuang untuk negara. Dia sudah mengemban tugas dengan semangat dan ikhlas sehingga wajib menjadi contoh bagi kita semua,” tegas Letkol Arm Anggit Wijaksono.
Dandim juga mengajak seluruh pelayat yang hadir untuk melapangkan dada dan memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup agar arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Upacara pemakaman ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sintang, anggota TNI-Polri, anggota Pepabri, Satpol PP, FKPPI, serta masyarakat dan pihak keluarga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sang pahlawan. Prosesi ditutup dengan peletakan karangan bunga di atas pusara sebagai simbol penghormatan tertinggi negara.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar