Hindari Lubang Jalan, Truk Tangki Terguling di Sanggau, Sopir Tewas di Tempat
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

Kecelakaan tunggal truk tangki terjadi di Jalan Trans Kalimantan KM 12 Toba, Sanggau. Sopir meninggal dunia setelah kendaraan terguling diduga akibat menghindari lubang jalan. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan KM 12 Toba, Dusun Modang, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Insiden tersebut menewaskan sopir truk tangki setelah kendaraan yang dikemudikannya terguling di badan jalan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Truk tangki Mitsubishi berwarna biru putih bernomor polisi KB 8108 SI itu dikemudikan MA, 25 tahun, warga Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.
Saat kejadian, kendaraan melaju dari arah Kabupaten Ketapang menuju Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula ketika sopir diduga terkejut melihat lubang di badan jalan saat melintas di KM 12 Toba. Pengemudi kemudian berusaha menghindari lubang dengan membanting setir ke arah kanan.
Namun saat melakukan manuver tersebut, ban kendaraan diduga selip hingga truk kehilangan kendali. Kendaraan kemudian berputar sebelum akhirnya terguling di badan jalan. Benturan keras membuat sopir dan penumpang terlempar keluar dari kabin kendaraan. Situasi menjadi fatal ketika badan truk yang terguling menimpa pengemudi.
Korban mengalami luka berat dan sempat dievakuasi warga bersama petugas menuju Puskesmas Teraju untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, penumpang truk bernama Angga Septa Wahyudi, 21 tahun, dilaporkan selamat. Warga Pontianak Utara tersebut mengalami cedera pada bahu kanan serta luka lecet di kedua kaki dan kini menjalani perawatan medis.
Kapolsek Toba Iptu Arnold Roky Montolalu membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut. Menurut dia, polisi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait insiden di jalur Trans Kalimantan. “Dugaan sementara, pengemudi berusaha menghindari lubang di jalan sehingga kendaraan kehilangan kendali dan terguling,” kata Arnold saat dikonfirmasi.
Personel Polsek Toba bersama petugas terkait kemudian melakukan evakuasi korban, pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, serta pendataan saksi dan identitas korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Toba juga mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur Trans Kalimantan pada malam hari. Ia meminta pengendara menjaga kecepatan kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi jalan guna menghindari kecelakaan serupa. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar