Gerakan Pangan Murah di Entikong Diserbu Warga, 2 Ton Beras SPHP Ludes dalam Sehari
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- print Cetak

Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, menjual 2 ton beras SPHP dengan harga Rp60 ribu per 5 kilogram. Seluruh stok habis terjual pada hari pertama. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com – Antusiasme warga Kecamatan Entikong terhadap program pangan bersubsidi terlihat sejak pagi hari. Ratusan warga memadati halaman depan Markas Polsek Entikong untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polsek Entikong bersama Polres Sanggau dan Bulog Cabang Sanggau, Rabu (8/7/2026).
Hanya dalam satu hari, sebanyak 400 paket beras Premium SPHP kemasan 5 kilogram atau setara 2 ton habis terjual. Beras tersebut dipasarkan dengan harga Rp60.000 per kemasan, lebih rendah dibanding harga pasar, sehingga mendapat sambutan positif dari masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu.
Sejak kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB, warga telah mengantre untuk memperoleh beras bersubsidi yang disediakan sebagai bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan nasional.
Personel Polsek Entikong turut mengatur jalannya distribusi agar berlangsung tertib, lancar, dan tepat sasaran. Kehadiran aparat kepolisian juga memastikan proses penjualan berjalan aman tanpa menimbulkan kerumunan yang mengganggu ketertiban.
Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap beras berkualitas dengan harga yang lebih ringan. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah menjaga stabilitas pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Donny, habisnya seluruh stok beras SPHP menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Antusiasme tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa program serupa masih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah perbatasan.
Selain membantu menjaga daya beli masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan berkontribusi terhadap upaya pengendalian inflasi daerah melalui stabilisasi harga komoditas pangan, khususnya beras.
Program Gerakan Pangan Murah juga menjadi ruang interaksi antara kepolisian dan masyarakat. Selama proses distribusi, personel Polsek Entikong berkomunikasi langsung dengan warga sehingga hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat.
Kolaborasi antara Polres Sanggau dan Bulog Cabang Sanggau ini merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok di daerah.
Polsek Entikong menegaskan akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi dengan Bulog dan berbagai pemangku kepentingan, upaya menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta memperkuat daya beli masyarakat di Kabupaten Sanggau diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar