Polsek Bonti Pantau Lahan Jagung Hibrida yang Diserang Hama Tikus
- account_circle Sinar Sintang
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

Polsek Bonti melakukan pengecekan lahan jagung hibrida di Desa Sami, Sanggau, untuk mengantisipasi dampak serangan hama tikus terhadap hasil panen petani. Foto: dok Humas Polri
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.com — Jajaran Polsek Bonti, Polres Sanggau, melakukan pengecekan tanaman jagung hibrida di lahan demplot pertanian Dusun Sami, Desa Sami, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus pendampingan kepada kelompok tani binaan di wilayah Kecamatan Bonti. Pengecekan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan melibatkan personel Bhabinkamtibmas bersama anggota regu piket Polsek Bonti.
Petugas melakukan pemantauan pasca penyemprotan pestisida dan racun tikus pada tanaman jagung yang sebelumnya mengalami serangan hama. Lahan yang diperiksa merupakan milik Ab Suhadi, anggota Kelompok Tani Semangat Baru, dengan luas sekitar satu hektare. Tanaman yang dibudidayakan adalah jagung hibrida varietas Beltras 1 dengan usia tanam mencapai 97 hari.
Dari hasil pengecekan, ditemukan sejumlah tongkol jagung mengalami kerusakan akibat serangan tikus. Meski demikian, sebagian besar tanaman masih dalam kondisi baik dan diperkirakan tetap berpotensi menghasilkan panen optimal.
Kapolsek Bonti Iptu Erpan Yudi Asmara mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. “Polsek Bonti terus melakukan pendampingan dan pengecekan terhadap lahan demplot jagung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan,” ujar Erpan.
Ia mengatakan pengendalian hama perlu terus dilakukan agar hasil pertanian masyarakat tetap terjaga. Menurut Erpan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pedesaan.
Ia juga mengajak kelompok tani dan masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap tanaman pertanian serta memperkuat kerja sama dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. (*/)
- Penulis: Sinar Sintang

Saat ini belum ada komentar