Buka Bimteknas di Pontianak, OSO Minta 525 Legislator Hanura Berani Koreksi Pemerintah Demi Rakyat
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- print Cetak

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang resmi membuka Bimteknas anggota DPRD Fraksi Hanura di Pontianak untuk memperkuat kualitas dan keberanian legislator. (FOTO: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Hanura di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat malam, 1 Mei 2026.
Pembukaan Bimteknas ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, di hadapan 525 legislator Hanura dari berbagai daerah.
Dalam pidatonya, OSO memompa semangat para wakil rakyat tersebut untuk lebih berani dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah masing-masing. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada kualitas para anggota dewan, bukan sekadar jumlah kursi yang dimiliki.
“Mulai detik ini saudara harus berkualitas, harus berani. Berani menegakkan keadilan, berani menetapkan kejujuran, dan berani mengoreksi jalannya pemerintahan daerah untuk kemakmuran masyarakat,” tegas OSO di hadapan para kader.
Ketua DPD RI periode 2017-2019 itu juga melontarkan kritik tajam terhadap fenomena anggota legislatif yang kerap bersikap pasif. Menurutnya, masih banyak wakil rakyat yang tidak berkontribusi maksimal dan gagal menyuarakan aspirasi masyarakat yang memilih mereka.
OSO menjelaskan bahwa Hanura kini mengusung tagline baru yang menekankan keberpihakan penuh kepada daerah. Hal ini menuntut setiap anggota dewan untuk memprioritaskan pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kemandirian di daerah pemilihan (dapil) mereka.
Ia juga memperingatkan agar jabatan sebagai anggota dewan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. OSO tidak ingin kader Hanura hanya menikmati fasilitas jabatan sementara masyarakat yang memberikan mandat justru tidak merasakan manfaat nyata.
“Keberpihakan itu adalah bagaimana saudara memberikan kemakmuran, kehidupan, dan peluang kerja bagi masyarakat di daerah,” seru tokoh nasional asal Kalimantan Barat tersebut.
Lebih lanjut, OSO menekankan pentingnya integritas kader di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Ia tidak ingin Partai Hanura dipandang sebelah mata akibat kinerja legislator yang buruk, yang pada akhirnya hanya akan menjadi bahan ejekan publik.
Acara pembukaan Bimteknas ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dan Gubernur Kalbar Ria Norsan. Tampak hadir pula jajaran bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat yang diusung oleh Partai Hanura pada Pilkada 2024.
Selain agenda internal, Bimteknas ini juga menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan pengamat politik, yakni Rocky Gerung serta Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. Kehadiran para pakar ini diharapkan dapat menambah wawasan dan mempertajam fungsi pengawasan serta legislasi para kader Hanura di daerah.
- Penulis: Tim Liputan
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar