Bupati Bala Ingatkan 129 Penerima Hibah: Ini Duit Rakyat, Bukan Duit Bupati!
- account_circle Pro/Tim
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala bertemu 129 penerima hibah APBD 2026. Ia tegaskan dana tersebut milik rakyat dan harus dilaporkan dengan benar. (Foto: Prok.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, memberikan peringatan keras kepada ratusan penerima bantuan dana hibah agar mengelola anggaran dengan penuh tanggung jawab dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Pesan tegas tersebut disampaikan Bupati saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Pembuatan Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Bantuan Dana Hibah APBD Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sintang ini mempertemukan Bupati dengan 129 perwakilan lembaga dan organisasi penerima hibah di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Kamis, 29 Januari 2026.
Bupati Herkulanus Bala menekankan bahwa dana hibah yang disalurkan merupakan uang yang bersumber dari pajak rakyat Kabupaten Sintang, sehingga penggunaannya harus transparan.
“Saya ini hanya mempertemukan pembayar pajak yakni rakyat Kabupaten Sintang dengan penerima hibah. Tidak lebih dari itu. Ini juga bukan duit Bupati Sintang,” tegas Bupati Sintang pada Kamis siang.
Ia berpesan agar niat baik pemerintah daerah dalam membantu organisasi atau lembaga jangan sampai dicederai oleh kelalaian penerima dalam memahami aturan administrasi.
“Prinsipnya, apa yang diajukan di proposal, itu yang dikerjakan dan dilaporkan dalam pertanggungjawaban,” imbuhnya.
Menariknya, Bupati Bala juga memberikan syarat khusus bagi mereka yang ingin mendapatkan bantuan. Ia lebih menghargai lembaga atau organisasi yang sudah menunjukkan aksi nyata di lapangan sebelum mengajukan permohonan pencairan.
“Saya juga tidak mau membantu penerima hibah yang belum memulai sama sekali pekerjaan. Saya akan bantu kalau mereka sudah mulai bekerja. Misalnya tempat ibadah, mereka harus mulai membangun, baru kita bantu,” tambah Bupati.
Baginya, kemauan untuk memulai usaha secara mandiri terlebih dahulu adalah bukti keseriusan. Ia bahkan menantang penerima hibah untuk melakukan presentasi mengenai progres pekerjaan mereka di lapangan.
“Bagi saya, orang itu lebih baik bekerja sambil berdoa daripada berdoa sambil bekerja. Kalau bisa, kalian presentasikan kepada saya bahwa kalian sudah melakukan apa, baru bisa dibantu,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Bupati Sintang mengingatkan agar semua pihak, baik penerima maupun tim dari Bagian Kesra, bekerja secara jujur dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak yang ingin menyalahgunakan anggaran.
Hal ini bertujuan agar di masa mendatang tidak ada kendala hukum yang menjerat para penerima hibah akibat laporan keuangan yang tidak sinkron.
“Bantuan hibah ini juga jangan sampai membuat kita celaka. Kita bekerja yang benar, supaya penerima hibah dan Tim Kesra bisa tidur nyenyak,” pungkasnya.
- Penulis: Pro/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar