Pasien BPJS di RSUD Sekadau Mengeluh Sering Diminta Beli Obat di Luar, Pihak Rumah Sakit Beri Penjelasan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- print Cetak

Pasien BPJS di RSUD Sekadau mengeluhkan stok obat yang sering kosong dan harus beli di luar. Pihak manajemen RSUD memberikan klarifikasi. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau kembali menjadi sorotan warga, terutama dari kalangan pasien peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan.
Berdasarkan penuturan sejumlah warga, sejak satu tahun terakhir mereka kerap diminta oleh pihak rumah sakit untuk membeli obat-obatan di apotek luar.
Petugas memberikan alasan bahwa jenis obat yang tertera dalam resep medis tersebut sedang mengalami kekosongan stok di dalam rumah sakit.
Kondisi ini memaksa para pasien peserta JKN tetap harus merogoh kocek pribadi untuk menutupi biaya pembelian obat di apotek luar.
Salah seorang warga Sekadau berinisial DM mengungkapkan pengalaman yang dialaminya saat mengantar sang ibu menjalani pengobatan.
“Sudah sejak setahun lalu bang, saya biasa bawa Ibu saya berobat rawat jalan, pas mau ambil obat, dibilang ini obat yang ini tidak ada, silahkan cari di luar kata orang di rumah sakitnya,” terang DM pada Rabu (14/10/2026).
DM yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan karena mengkhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut menyebut situasi ini dialami banyak orang.
Menurutnya, keluhan serupa juga kerap diutarakan oleh para keluarga pasien lain yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.
Isu kekosongan stok obat ini dialami oleh pasien yang menjalani perawatan rawat jalan maupun pasien rawat inap.
“Iya bukan hanya kami, pasien yang lain juga kadang mengeluhnya sama,” tambah DM.
RSUD Sekadau sendiri berlokasi di Jalan Merdeka Timur KM 6, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.
Merespons keluhan dan pertanyaan masyarakat terkait penyebab kekosongan persediaan obat tersebut, manajemen RSUD Sekadau memberikan tanggapannya.
Direktur RSUD Sekadau, dr. Tanjung Harapan Tampubolon, saat dikonfirmasi memberikan penjelasan mengenai mekanisme penanganan yang diterapkan pihak rumah sakit.
Tanjung menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kondisi kekosongan stok obat tersebut melalui prosedur penggantian biaya kepada pasien.
“Kami sudah buat pengumuman di RSUD, kalau peserta JKN yang karena pas kekosongan obat, uangnya digantikan pak,” ujar dr. Tanjung pada Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan bahwa sistem pengembalian uang atau skema reimburse bagi pasien yang membeli obat di luar tersebut sudah diterapkan dalam durasi yang cukup lama.
“Dan sudah berjalan hampir 1 tahun kalau pasien tersebut membeli obat di luar. Sudah banyak pasien yang kita gantikan,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar