Semua Penumpang Helikopter yang Jatuh di Sekadau Dinyatakan Meninggal, Evakuasi Dilanjut Esok Pagi
- account_circle Hms/Tim/Mus
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Operasi SAR helikopter PK-CFX di Sekadau menemukan titik jatuh pesawat. Seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia dan evakuasi dilanjutkan esok pagi. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SinarSintang.Com — Operasi pencarian helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT MEFW Air Nusantara yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau membuahkan hasil pilu. Seluruh penumpang dan kru pesawat dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Titik jatuh helikopter tersebut teridentifikasi di kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Lokasi ini berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan yang sangat terjal.
Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah berhasil mencapai titik koordinat jatuhnya pesawat pada Jumat malam, 17 April 2026. Namun, kondisi seluruh korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
“Untuk titik koordinat sudah ditemukan dan semuanya sudah dinyatakan meninggal,” kata AKP Sugianto dalam keterangan terbarunya pada Jumat malam.
Meskipun tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), proses evakuasi jenazah belum dapat dilakukan secara langsung pada malam ini.
Faktor keamanan personel dan kondisi medan yang ekstrem menjadi pertimbangan utama penghentian sementara proses pengangkutan jenazah para korban dari dasar jurang atau perbukitan tersebut.
“Kami sudah berada di TKP tempat jatuhnya pesawat. Namun karena kendala malam ini kami tak memungkinkan untuk melakukan evakuasi terkait dengan situasi yang gelap dan medan yang terjal,” jelas AKP Sugianto.
Saat ini, tim evakuasi terpaksa berbivak atau berkemah sementara di atas bukit, dengan jarak kurang lebih 50 meter dari titik bangkai helikopter, guna berlindung dari cuaca dan gangguan binatang buas sambil menunggu cahaya pagi.
Rencananya, proses evakuasi akan dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan dukungan peralatan tambahan yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju titik koordinat di tengah hutan Sekadau tersebut.
Berdasarkan data manifest yang disampaikan Mayjend TNI (Mar) Edy Prakoso, terdapat delapan orang di dalam helikopter tersebut, yang terdiri dari dua orang kru dan enam orang penumpang.
Helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan lepas landas dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.34 WIB. Pesawat kemudian hilang kontak hanya lima menit setelah terbang.
Sinyal darurat dari Emergency Locator Transmitter (ELT) sempat tertangkap satelit, yang kemudian menjadi acuan tim rescue Pos SAR Sintang dan Heli Super Puma TNI AU untuk melakukan pencarian udara serta darat.
Hingga saat ini, tim di lapangan fokus pada pengamanan lokasi dan persiapan jalur evakuasi agar proses pemindahan delapan jenazah korban dapat berjalan lancar esok hari menuju fasilitas kesehatan terdekat.
- Penulis: Hms/Tim/Mus
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar