Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prioritas Izin Tambang untuk UKM: Peluang Pemerataan atau Risiko Baru?

Prioritas Izin Tambang untuk UKM: Peluang Pemerataan atau Risiko Baru?

  • account_circle Sinar Sintang
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SinarSintang.com — Pemerintah mulai membuka jalan lebih lebar bagi usaha kecil dan menengah (UKM) daerah untuk masuk ke sektor pertambangan yang selama ini didominasi korporasi besar. Melalui Peraturan Menteri UMKM Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah menetapkan skema verifikasi khusus bagi UKM yang mengajukan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral logam dan batubara dengan mekanisme pemberian prioritas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, kebijakan ini merupakan bentuk affirmative action negara untuk memastikan pelaku usaha lokal tidak sekadar menjadi penonton dalam pengelolaan sumber daya alam di daerahnya sendiri.

“Regulasi ini dirancang untuk memberi ruang partisipasi nyata bagi UKM lokal agar dapat terlibat langsung dalam sektor strategis pertambangan. Ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemerataan kesempatan berusaha,” kata Bagus Rachman di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Aturan ini merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Minerba serta Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2025. Dalam kedua regulasi tersebut, pemerintah menegaskan hak UKM untuk memperoleh WIUP melalui jalur prioritas, sepanjang memenuhi persyaratan administratif dan teknis.

Salah satu poin penting dalam Permen UMKM Nomor 4 Tahun 2025 adalah kewajiban bahwa pemegang saham UKM harus berasal dari daerah tempat WIUP prioritas dibuka. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah praktik “pinjam bendera” oleh perusahaan besar yang selama ini kerap memanfaatkan badan usaha kecil sebagai kendaraan administratif.

“Verifikasi ini memastikan bahwa UKM yang mengajukan izin benar-benar pelaku usaha daerah, bukan perpanjangan tangan kepentingan besar,” ujar Bagus.

Dalam regulasi tersebut, Kementerian UMKM berperan sebagai pintu awal seleksi. Setiap UKM yang mengajukan WIUP prioritas wajib melewati verifikasi administratif sebelum masuk ke tahap verifikasi teknis oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Seluruh proses terintegrasi dalam sistem perizinan nasional Online Single Submission (OSS).

Kriteria yang dinilai mencakup legalitas badan usaha, kepemilikan saham, laporan keuangan yang diaudit, hingga rekam jejak operasional perusahaan minimal satu tahun. Pemerintah juga mensyaratkan UKM memiliki komitmen menjalankan Program Kerja Pengembangan Ekonomi Usaha Mikro dan Kecil sebagai bentuk tanggung jawab sosial usaha.

Bagus menilai, ketentuan tersebut menjadi instrumen untuk memastikan bahwa keuntungan pertambangan tidak hanya terkonsentrasi pada pemodal besar, tetapi juga memberi dampak langsung bagi penguatan ekonomi lokal.

“Kami ingin UKM daerah naik kelas, tidak hanya menjadi subkontraktor, tetapi pelaku utama yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata dia.

Meski membuka peluang, pemerintah menegaskan mekanisme prioritas bukan berarti melonggarkan tata kelola. UKM yang tidak memenuhi persyaratan tetap tidak dapat diproses dan wajib melengkapi dokumen sebelum mengajukan ulang permohonan.

Melalui Permen UMKM Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah berharap sektor pertambangan dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi, bukan sekadar mesin ekstraksi sumber daya. Kebijakan ini sekaligus menjadi ujian apakah affirmative action benar-benar mampu memperkuat UKM daerah di tengah ketatnya persaingan sektor tambang nasional. (*/)

  • Penulis: Sinar Sintang

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka PESPARANI Katolik Kalbar, Heronimus Hero Tegaskan Pesan Harmoni dan Kerukunan

    Buka PESPARANI Katolik Kalbar, Heronimus Hero Tegaskan Pesan Harmoni dan Kerukunan

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Katolik Kalimantan Barat menjadi momentum penting dalam memperkuat iman, persaudaraan, serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Pesan strategis tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Kalimantan Barat yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero. Ia menyampaikan arahan tersebut saat membuka secara resmi perhelatan […]

  • Sah! Eko Ardianto Jabat Kepala BKD dan Hendri Marzuki Pimpin Bapenda Kalbar

    Sah! Eko Ardianto Jabat Kepala BKD dan Hendri Marzuki Pimpin Bapenda Kalbar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Prosesi pelantikan yang menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi tersebut berlangsung khidmat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, pada Jumat, 30 Januari 2026. Pelantikan ini didasarkan pada […]

  • Hadiri Konferensi Nasional Sylva Indonesia di Untan, Wamenhut Rohmat Marzuki Siap Fasilitasi Aksi Nyata Mahasiswa

    Hadiri Konferensi Nasional Sylva Indonesia di Untan, Wamenhut Rohmat Marzuki Siap Fasilitasi Aksi Nyata Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Adp/Tim
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan hijau dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan, saat membuka Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) XXI di Teater 1 Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Senin, 18 Mei 2026. Perhelatan akbar ini turut dihadiri oleh […]

  • Kecelakaan Maut di Batang Tarang, Penumpang NMAX Tewas usai Tabrakan dengan Mobil Ford

    Kecelakaan Maut di Batang Tarang, Penumpang NMAX Tewas usai Tabrakan dengan Mobil Ford

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Sinar Sintang
    • 0Komentar

    SinarSintang.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Batang Tarang–Tayan Hulu, Dusun Senyabang, Desa Senyabang, Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang perempuan meninggal dunia dan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka berat. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi KB 5943 MY dan […]

  • Isu Penutupan Bengkel Bikin Resah, Polda Kalbar Tegaskan Tidak Pernah Keluarkan Instruksi Penutupan

    Isu Penutupan Bengkel Bikin Resah, Polda Kalbar Tegaskan Tidak Pernah Keluarkan Instruksi Penutupan

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SinarSintang.Com — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat membantah keras isu yang beredar terkait adanya surat imbauan, peringatan, maupun instruksi tertulis dan lisan untuk menutup operasional bengkel atau toko suku cadang di wilayah Kalimantan Barat. Penegasan tersebut disampaikan menyikapi maraknya keresahan dan isu penutupan massal sejumlah bengkel serta toko sparepart di kawasan Pontianak dan sekitarnya. Penjelasan resmi […]

  • Banyak Kasus Tak Dilaporkan, Kapolri Resmikan Direktorat PPA-PPO di Polda Kalbar

    Banyak Kasus Tak Dilaporkan, Kapolri Resmikan Direktorat PPA-PPO di Polda Kalbar

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Sinar Sintang
    • 0Komentar

    SinarSintang.com — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi menjadi salah satu wilayah yang memiliki Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO). Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). Kapolri mengatakan, pembentukan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres bertujuan memperkuat pelayanan serta […]

expand_less